Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 kepada Otoritas Jasa Keuangan pada 30 Oktober 2026. Laporan bernomor 169/CFO-MNC/X/2026 itu ditandatangani oleh Direktur Utama Noersing dan Direktur Ruby Panjaitan, yang menyatakan bertanggung jawab penuh atas kelengkapan dan kebenaran informasi di dalamnya.
Pendapatan perseroan tercatat Rp4,71 triliun selama sembilan bulan pertama 2026, turun 16,7 persen dari Rp5,65 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Laba kotor ikut tergerus dari Rp2,55 triliun menjadi Rp1,82 triliun. Laba bersih yang menjadi hak pemegang saham induk merosot hampir separuh, dari Rp658,7 miliar menjadi Rp342,1 miliar, sehingga laba bersih per saham turun dari Rp49,80 menjadi Rp25,87. Di sisi lain, beban keuangan justru mengecil dari Rp246,1 miliar menjadi Rp138,9 miliar karena perseroan terus mencicil utang bank, baik utang bank jangka pendek yang turun dari Rp785,3 miliar menjadi Rp667,6 miliar maupun utang bank jangka panjang yang turun dari Rp388,6 miliar menjadi Rp251,6 miliar.
Posisi kas perseroan menyusut tajam, dari Rp1,08 triliun pada awal tahun menjadi Rp169 miliar pada akhir September 2026. Kas bersih dari aktivitas operasi turun dari Rp455,5 miliar menjadi Rp283 miliar, sementara aktivitas investasi menyedot kas lebih besar, dari Rp487,4 miliar menjadi Rp901,1 miliar, terutama untuk penambahan aset keuangan tidak lancar, aset konten, dan aset takberwujud. Meski laba turun, total ekuitas perseroan naik tipis dari Rp23,02 triliun menjadi Rp23,33 triliun dan total aset naik dari Rp24,89 triliun menjadi Rp25,07 triliun, ditopang oleh laba ditahan yang terus terakumulasi serta total liabilitas yang justru turun dari Rp1,87 triliun menjadi Rp1,74 triliun.
