MSCI, penyedia indeks saham global yang jadi acuan banyak dana investasi dunia, mengumumkan hasil peninjauan berkala atas saham-saham Indonesia pada Rabu waktu Eropa. Dari peninjauan ini, dua saham, yakni Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dan GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), resmi dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index, indeks utama yang banyak diikuti dana-dana besar dunia. Tidak ada saham Indonesia yang masuk sebagai pengganti. Perubahan ini penting karena banyak reksa dana dan ETF global secara otomatis mengikuti komposisi indeks tersebut, sehingga saham yang keluar berpotensi kena aksi jual otomatis dari dana-dana itu.

Setelah CPIN dan GOTO keluar, tersisa sembilan saham Indonesia di MSCI Global Standard Index, didominasi bank besar seperti BBCA, BBRI, BBNI, dan BMRI, ditambah ASII, TLKM, UNTR, BRPT, dan BRMS. Di luar indeks utama, MSCI juga merombak kategori Global Small Cap Index untuk saham berkapitalisasi lebih kecil: satu saham masuk, sembilan saham keluar, termasuk Bank Jago (ARTO), Bukalapak (BUKA), dan Semen Indonesia (SMGR). Setelah perombakan itu, sekitar 33 saham Indonesia masih bertahan di indeks small cap tersebut.

Seluruh perubahan ini baru berlaku efektif pada penutupan perdagangan 31 Agustus 2026 dan mulai berjalan 1 September 2026, memberi waktu bagi manajer investasi menyesuaikan portofolionya. MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil peninjauan berikutnya pada 11 November 2026, dengan tanggal efektif berlaku mulai 1 Desember 2026.