PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) menyampaikan materi presentasi untuk public expose insidentil yang digelar atas permintaan Bursa Efek Indonesia, menyusul surat pemberitahuan rencana acara yang sudah dikirim perseroan pada 22 Oktober 2026. Materi ini disampaikan ke bursa oleh Corporate Secretary Ahmad Alhafiz pada 23 Oktober 2026 pukul 16.45.

Dalam materi tersebut, MSIN memaparkan kinerja keuangan semester I 2026. Pendapatan tercatat Rp2.002.723 juta, naik 10 persen atau Rp179.765 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.822.958 juta. Laba kotor naik 17 persen menjadi Rp662.140 juta, dengan margin kotor menebal dari 31 persen menjadi 33 persen. EBITDA tumbuh 12 persen menjadi Rp516.588 juta, sementara laba bersih naik 14 persen menjadi Rp279.036 juta dengan margin laba bersih naik dari 13 persen menjadi 14 persen.

Materi presentasi juga menguraikan model bisnis dan strategi perusahaan. MSIN mengklaim mengoperasikan perpustakaan konten swasta terbesar di Asia Tenggara dengan lebih dari 300.000 jam tayang dan produksi 14.950 episode per tahun melalui tujuh unit produksi di kawasan Movieland, Lido. Platform AVOD RCTI+ disebut memiliki 110 juta pengguna aktif bulanan dan menjadi platform nomor satu di Indonesia, sementara platform SVOD Vision+ memiliki 5,7 juta pelanggan berbayar dengan pangsa pasar 16,4 persen di posisi kedua. Perusahaan juga menyebut hak siar olahraga AFF, AFC, dan UEFA Euro yang diamankan hingga 2028, serta rencana ekspansi platform microdrama V+Short ke pasar global.