PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) menyampaikan laporan hasil public expose insidentil kepada Bursa Efek Indonesia pada 27 Oktober 2026. Acara ini digelar secara elektronik melalui Zoom pada Senin, 26 Oktober 2026 pukul 10.30 WIB, memenuhi permintaan BEI yang disampaikan pada 21 Oktober 2026 dan mengacu pada pengumuman bursa bernomor Peng-SPT-00216/BEI.WAS/10-2026 tanggal 20 Oktober 2026. Acara dihadiri 30 peserta di luar manajemen dan karyawan perseroan, dengan panelis Abuzzal Abusaeri selaku Chief Financial Officer, Ronny Wilimas Sugiadha selaku Chief Operating Officer, dan Luthan Fadel Putra selaku Investor Relation. Direktur Rudy Hidayat juga hadir dalam sesi tersebut.

Dalam sesi tanya jawab, manajemen menjelaskan keunggulan kompetitif MSIN terletak pada kontrolnya atas tiga lini sekaligus, yaitu produksi konten, distribusi platform melalui OTT, dan manajemen talent, yang menurut manajemen membuat siklus bisnis dan biaya lebih efisien. Soal integrasi RCTI+ dan Vision+, manajemen menyebut empat manfaat: keberagaman konten dalam satu platform, efisiensi biaya teknologi sekaligus pemanfaatan AI untuk analitik data, satu platform dengan aliran pendapatan yang lebih lengkap, dan peluang kerja sama global. Untuk belanja modal, manajemen menyatakan strategi capex akan bersifat prudent dan selektif, menyesuaikan kebutuhan bisnis dan kondisi pasar, dengan fokus pada platform digital, infrastruktur, teknologi, dan pengembangan konten atau kekayaan intelektual, sembari menjaga struktur keuangan dan likuiditas.

Manajemen juga memaparkan perkembangan platform video pendek V+Short, yang hingga saat ini sudah dipasang 11 juta kali dengan 3 sampai 4 juta pengguna aktif bulanan. Perseroan menargetkan dalam 3 hingga 4 tahun ke depan, 50 persen pendapatan MSIN berasal dari luar negeri, dengan kontribusi mayoritas datang dari V+Short karena platform ini menyasar pasar global yang disebut manajemen memiliki daya beli dan tarif iklan lebih tinggi.