PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) menyampaikan tanggapan resmi atas surat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia bernomor S-13465/BEI.PP2/10-2026 yang diterima perusahaan pada 28 Oktober 2026. Dalam surat bernomor 308-A/MDE-CORSEC/X/2026 yang ditandatangani Corporate Secretary Ahmad Alhafiz, Bursa meminta penjelasan mengenai kegiatan usaha, kinerja keuangan semester I 2026, hingga perkembangan rencana pencatatan saham sekunder di Hong Kong Exchanges and Clearing Limited (HKEX).

Soal laporan keuangan per 30 Juni 2026, MSIN menjelaskan piutang usaha pihak ketiga melonjak dari Rp301,8 miliar menjadi Rp605,4 miliar, dengan kenaikan terbesar dari kategori debitur lain-lain yang naik dari Rp153,2 miliar menjadi Rp474,5 miliar. Perseroan menyebut kenaikan itu berasal dari transaksi operasional normal dan menegaskan cadangan kerugian kredit yang dibentuk sudah memadai, tanpa ada debitur bersaldo material yang perlu diungkap secara khusus. Di sisi lain, nilai tercatat aset konten turun dari Rp838,8 miliar menjadi Rp733,1 miliar akibat amortisasi berjalan, sementara aset tak berwujud Perseroan tercatat Rp2.377,0 miliar. Pendapatan semester I 2026 tercatat naik 10 persen, ditopang segmen Konten, IP, dan Lainnya yang tumbuh 15 persen, sementara laba kotor di luar depresiasi dan amortisasi naik 17 persen seiring kenaikan pendapatan Rp178 miliar yang lebih besar dari kenaikan biaya Rp85 miliar. Laba bersih tercatat tumbuh 14 persen.

Mengenai rencana pencatatan sekunder di HKEX yang pertama kali diumumkan April 2026, MSIN menyatakan proses pengajuan masih berjalan tanpa menyebut target waktu pasti. Perseroan berencana menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor untuk mendukung pencatatan tersebut, yang menurut manajemen dapat memperluas basis investor dan menambah pendanaan, namun berpotensi mendilusi kepemilikan pemegang saham yang ada. MSIN juga memastikan tidak ada kontrak baru signifikan, perkara hukum material, maupun informasi material lain yang belum diungkapkan kepada publik.