Capitalinc Investment Tbk (MTFN) menyampaikan laporan keuangan interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, lewat surat bernomor 065/CI/Dir/VIII/2026 tertanggal 27 Agustus 2026. Laporan ini belum diaudit dan disusun untuk kuartal II 2026. Perseroan saat ini tidak memiliki pemegang saham pengendali, dan sahamnya tercatat di papan pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia, kategori bagi emiten yang perlu pengawasan lebih ketat karena masalah kinerja atau kepatuhan.

Dari sisi laba rugi, penjualan dan pendapatan usaha Perseroan naik 15,4 persen menjadi Rp300,6 miliar pada semester I 2026, dari Rp260,4 miliar pada periode sama tahun lalu. Namun kenaikan pendapatan ini diimbangi oleh melonjaknya beban bahan baku dan barang habis pakai, dari Rp247,2 miliar menjadi Rp293,5 miliar, hampir menyamai seluruh pendapatan yang diperoleh. Perseroan juga mencatat kerugian lain-lain yang melebar tajam dari Rp581,5 juta menjadi Rp10,4 miliar, sementara beban eksplorasi naik dari Rp6,7 miliar menjadi Rp7,1 miliar.

Di neraca, total aset Perseroan naik tipis sekitar 1 persen menjadi Rp386,6 miliar per akhir Juni 2026, dibandingkan Rp382,9 miliar pada akhir 2025. Sebaliknya, total liabilitas naik lebih besar, dari Rp921,7 miliar menjadi Rp951,5 miliar. Akibatnya, jumlah ekuitas Perseroan yang sudah negatif sejak periode sebelumnya kembali memburuk, dari minus Rp538,7 miliar menjadi minus Rp564,9 miliar, dengan saldo rugi yang belum ditentukan penggunaannya mencapai Rp5.374,9 miliar. Kas dan setara kas ikut menyusut tajam, dari Rp9,7 miliar menjadi Rp6,0 miliar, sementara liabilitas yang terkait aset yang diklasifikasikan untuk dijual tercatat Rp210,3 miliar, jauh melampaui nilai aset dimaksud yang hanya Rp4,1 miliar.