PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) menjawab surat Bursa Efek Indonesia Nomor S-13213/BEI.PP2/10-2026 tanggal 19 Oktober 2026 yang meminta penjelasan mengenai struktur pemegang saham dan susunan pengurus perusahaan, menggunakan form E074, dengan posisi data per 17 Desember 2025. Surat balasan bernomor 031/MTI-CR/10/2026 ditandatangani oleh Corporate Secretary MTWI, Iis Syarifuddin, dan dikirim pada 20 Oktober 2026.
Dalam dokumen itu, MTWI mengungkap pemegang saham utamanya adalah PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) dengan 2.512.097.613 lembar saham atau 85,90 persen dari total 2.924.486.639 lembar saham MTWI. Pemegang saham lain adalah Vientje Harijanto sebesar 4,99 persen, Harjanto 1,27 persen, Iis Syarifuddin 0,11 persen, dan publik 7,73 persen. Susunan komisaris MTWI terdiri dari Ilham Akbar Habibie sebagai Komisaris Utama, Markus Dinarto Pranoto sebagai Komisaris, serta Suwarna dan Aries Setiawan Rusli sebagai Komisaris Independen. Direksinya dipimpin Vientje Harijanto sebagai Direktur Utama, didampingi Iis Syarifuddin, Harjanto, dan Rinto Cokrolukito sebagai Direktur.
Untuk BPII selaku pengendali MTWI, pemegang saham terbesarnya adalah Malacca Trust Pte Ltd yang berkedudukan di Singapura dengan 8.881.734.000 lembar saham atau 86,15 persen dari saham BPII yang beredar di luar treasuri. Rudy Johansen memegang 0,02 persen, publik dengan kepemilikan masing-masing di bawah 5 persen menguasai 9,70 persen, sementara saham treasuri BPII tercatat 425.820.000 lembar atau 4,13 persen dari total 10.309.973.240 lembar saham. Komisaris Utama BPII adalah Irena Istary Iskandar, dengan Rudy Johansen sebagai Komisaris dan Paulin Angeline sebagai Komisaris Independen, sedangkan direksinya dipimpin Rudi Setiadi Tjahjono sebagai Direktur Utama bersama Luo Xude sebagai Direktur.
MTWI juga melaporkan struktur anak usahanya, PT Batavia Prosperindo Properti, yang sahamnya 99,99 persen atau 129.999 lembar dimiliki langsung oleh MTWI senilai Rp6.499.950.000, sedangkan Harjanto memegang satu lembar saham sisanya. Perusahaan ini dikelola dengan Harjanto sebagai Komisaris dan Paulus Handigdo sebagai Direktur.
