PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, disertai surat penjelasan resmi ke Bursa Efek Indonesia karena total aset dan total liabilitas perusahaan berubah lebih dari 20 persen dibandingkan akhir tahun lalu. Total aset perusahaan tercatat Rp2,73 triliun per akhir September 2026, turun Rp867,78 miliar atau 24,08 persen dari Rp3,60 triliun pada akhir Desember 2025. Total liabilitas ikut menyusut Rp870,06 miliar atau 27,23 persen, dari Rp3,19 triliun menjadi Rp2,32 triliun.
Dalam surat yang ditandatangani Corporate Secretary Iis Syarifuddin, perusahaan menjelaskan penyusutan aset terutama berasal dari aset asuransi untuk sisa pertanggungan yang turun Rp669,14 miliar atau 47,96 persen, dari Rp1,39 triliun menjadi Rp726,07 miliar, karena tertanggung membayar premi mereka. Di sisi liabilitas, pos liabilitas asuransi untuk sisa pertanggungan turun jauh lebih besar, Rp1,27 triliun atau 63,33 persen, dari Rp2,00 triliun menjadi Rp733,66 miliar, karena perusahaan melunasi utang reasuransinya ke mitra reasuradur selama periode berjalan. Sementara itu, liabilitas asuransi untuk klaim yang terjadi justru naik dari Rp1,11 triliun menjadi Rp1,38 triliun, sejalan dengan beban klaim yang melonjak dari Rp880,39 miliar menjadi Rp1,29 triliun sepanjang sembilan bulan ini.
Kenaikan beban klaim yang jauh lebih cepat daripada kenaikan pendapatan premi membuat laba bersih perusahaan merosot tajam, dari Rp76,23 miliar pada sembilan bulan pertama 2025 menjadi hanya Rp8,53 miliar pada periode yang sama tahun ini, sehingga laba per saham ikut turun dari Rp26,07 menjadi Rp2,92. Arus kas dari aktivitas operasi berubah dari defisit Rp34,09 miliar pada 2025 menjadi defisit Rp313,12 miliar pada 2026. Untuk menambah kas, perusahaan menerima pinjaman baru dari pihak berelasi senilai Rp80 miliar sepanjang periode ini, sementara dividen yang dibayarkan turun dari Rp23,11 miliar menjadi Rp6,25 miliar. Di tengah semua perubahan itu, total ekuitas perusahaan relatif stabil di angka Rp410,40 miliar, naik tipis dari Rp408,12 miliar pada akhir 2025.
