PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) mendirikan anak usaha baru bernama PT Integrasi Sistem Digital (ISD) pada 30 Oktober 2026. Pendirian ini tertuang dalam Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 141 yang dibuat di hadapan Notaris Panji Kresna, S.H., M.Kn. di Kota Bekasi, dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0087600.AH.01.01.TAHUN 2026 tertanggal 31 Oktober 2026. Laporan resmi disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan pada 2 November 2026 dan ditandatangani Direktur Utama NAYZ, Dody Arifianto.

ISD bergerak di bidang usaha yang sama sekali berbeda dari bisnis inti NAYZ selama ini, yaitu industri dan perdagangan peralatan listrik rumah tangga, termasuk mesin cuci dan mesin pengering untuk keperluan niaga, serta jasa pencucian dan pembersihan produk tekstil atau laundry. Modal yang ditempatkan di ISD berjumlah 2.500 lembar saham, dengan NAYZ menguasai 2.490 lembar atau 99,60 persen, sementara sisanya 10 lembar atau 0,40 persen dipegang oleh individu bernama Sawin Laosethakul.

Dalam dokumennya, manajemen NAYZ menyebut pembentukan ISD diharapkan membuka peluang usaha baru, memperluas pangsa pasar, dan memberi kontribusi positif terhadap pendapatan serta kinerja keuangan konsolidasi perusahaan di masa depan. Namun dokumen ini tidak menyebutkan nilai nominal modal yang disetor maupun target pendapatan dari lini bisnis baru tersebut.