Ojol Pekerja atau Mitra? Pemerintah Belum Ambil Sikap
Perdebatan status hukum pengemudi ojol antara pekerja dan mitra kembali mengemuka, sementara pemerintah belum menentukan sikap resmi di tengah pertumbuhan ekonomi platform.
20 September 2026Dirangkum dari tvOneNews
Foto: tvOneNews
Status hukum pengemudi ojek online kembali jadi bahan perdebatan seiring makin besarnya ekonomi berbasis aplikasi. Pemerintah dihadapkan pada pilihan yang tidak sederhana, apakah pengemudi ojol perlu diakui sebagai pekerja atau buruh dengan segala haknya, atau tetap dalam skema kemitraan seperti selama ini. Pilihan ini penting karena akan menentukan apakah jutaan pengemudi mendapat perlindungan seperti pekerja pada umumnya, atau tetap bekerja dengan status yang lebih longgar namun minim jaminan.
Perbedaan sikap ini terlihat jelas di lapangan. Sebagian pengemudi mendorong agar mereka diakui sebagai pekerja atau buruh, sementara Konfederasi Serikat Ojol Sulawesi Selatan (KSOS) justru menegaskan pengemudi ojol lebih tepat berstatus sebagai pekerja mandiri yang mempertahankan skema kemitraan karena memberi keleluasaan mengatur pola kerja sendiri.
Angka BPSPertumbuhan ekonomi
5,29%Triwulan II 2026
Pertumbuhan PDB dibanding triwulan yang sama tahun lalu. Turun 0,32 poin dibanding Triwulan I 2026.
Sumber: Badan Pusat Statistik, [Seri 2010] Laju Pertumbuhan PDB Seri 2010. Diolah The Signal.
Akademisi Universitas Hasanuddin, Rizal Pauzi, menilai perbedaan sikap KSOS dengan kelompok lain justru menunjukkan bahwa aspirasi pengemudi ojol tidak seragam, sehingga pemerintah tidak bisa menjadikan satu suara sebagai wakil semua pengemudi. Ia menyebut persoalan ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengganti istilah, melainkan harus melihat sejauh mana platform mengontrol pengemudi, seberapa bebas pengemudi menentukan jam kerja, dan bagaimana pola pemberian imbalan diatur.
Rizal menambahkan, karakter pengemudi ojol pun beragam, ada yang bergantung penuh pada satu aplikasi, ada yang memakai beberapa platform sekaligus, dan tidak sedikit yang punya usaha lain di luar mengemudi. Menurutnya, keragaman ini harus jadi pertimbangan pemerintah sebelum menetapkan status hukum pengemudi ojol, sebab kebijakan yang menyamaratakan semua pengemudi berisiko tidak sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.
ojolekonomi platformKetenagakerjaanksos
Foto dari tvOneNews, dipakai sebagai dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Artikel ini rangkuman editorial The Signal dari liputan tvOneNews, bukan salinan langsung. Untuk versi lengkap dan mutakhir, baca artikel aslinya.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.