PT Atlas Nexus Group Tbk (OLIV), dahulu bernama PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk, menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk semester I 2026 yang berakhir 30 Juni 2026, disertai surat resmi ke Otoritas Jasa Keuangan yang menjelaskan sejumlah pos aset dan liabilitas yang berubah lebih dari 20 persen dibanding akhir 2025. Perseroan menyebut nama barunya dirancang oleh pengendali baru untuk merepresentasikan visi membangun grup usaha terdiversifikasi berorientasi internasional. Perusahaan tercatat di sektor consumer cyclicals, subsektor barang rumah tangga, dengan status pemegang saham pengendali sebagai perusahaan nasional dan asing.
Kas dan setara kas Perseroan melonjak dari Rp1,29 juta pada akhir 2025 menjadi Rp2,29 miliar pada akhir Juni 2026, atau naik lebih dari 177.000 persen. Kenaikan itu terutama berasal dari arus kas bersih aktivitas operasi sebesar Rp7,18 miliar, yang sebagian besar berasal dari penerimaan pembayaran pelanggan. Di sisi lain, persediaan turun Rp12,64 miliar atau 35,01 persen menjadi Rp23,47 miliar, yang menurut Perseroan berasal dari realisasi penjualan persediaan sebagai bagian program optimalisasi untuk meningkatkan likuiditas. Perseroan juga mencatat piutang usaha baru dari pihak ketiga sebesar Rp2,7 miliar yang masih dalam proses penagihan per akhir Juni, serta piutang lain-lain Rp1,16 miliar kepada PT Olive Power Invest selaku pemegang saham pengendali, tanpa bunga dan tanpa jaminan. Total aset Perseroan turun 15,04 persen menjadi Rp34,70 miliar dari sebelumnya Rp40,85 miliar.
Di sisi liabilitas, utang kepada pemegang saham merosot dari Rp3,5 miliar menjadi Rp180,18 juta, turun Rp3,32 miliar atau 94,85 persen, dengan sisa saldo utang tersebut seluruhnya kepada PT Olive Power Invest. Total liabilitas Perseroan turun 80,44 persen menjadi Rp732,11 juta dari Rp3,74 miliar. Perseroan juga mencatat utang usaha baru ke pihak ketiga Rp195,2 juta serta kenaikan utang pajak 82,07 persen menjadi Rp356,73 juta akibat kewajiban PPN dan PPh Unifikasi yang belum jatuh tempo. Laporan ini merupakan hasil review, bukan audit penuh, dan ditandatangani Direktur Wang Xiaoxuan pada 26 Agustus 2026.
