PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) melaporkan pendapatan sembilan bulan pertama 2026 (9M2026) sebesar Rp1,853 triliun, naik 26,1 persen dari Rp1,470 triliun pada periode sama tahun lalu, didorong kenaikan volume penjualan 28,6 persen. Margin kotor naik dari 33,9 persen menjadi 35,5 persen. EBITDA tumbuh 34,0 persen menjadi Rp426 miliar dengan margin 23,0 persen, sementara laba periode naik 31,6 persen menjadi Rp336 miliar dengan margin bersih 18,2 persen. Laba per saham dasar naik 30,7 persen menjadi Rp12,29 dari Rp9,4. Data keuangan ini belum diaudit.
Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat Rp3,50 triliun, total liabilitas Rp514 miliar, dan total ekuitas Rp2,98 triliun. Rasio lancar berada di 9,5 kali dan rasio utang berbunga terhadap ekuitas hanya 0,01 kali. Siklus konversi kas membaik dari 207 hari menjadi 179 hari, ditopang penagihan piutang yang lebih cepat (47 hari dari 53 hari) dan hari persediaan yang lebih rendah (166 hari dari 181 hari).
Perseroan menaikkan target pendapatan tahun penuh 2026 menjadi sekitar Rp2,5 triliun dari target sebelumnya Rp2,3 triliun, atau pertumbuhan sekitar 21 persen dibanding 2025. Target baru ini disangga empat inisiatif: peluncuran lensa intraokular (IOL) produksi lokal pada kuartal IV 2026 untuk pasar katarak yang masih kurang terlayani di Indonesia, dengan kapasitas mesin produksi 5.000 unit per bulan; penjualan ekspor yang tumbuh 328 persen dipimpin Amerika Serikat dan penjualan pertama ke Filipina; penjualan ritel yang tumbuh 32,0 persen menjadi Rp218 miliar lewat jaringan OneMed Medicom; serta pusat distribusi nasional baru di Pulo Gadung, Jakarta (sekitar 5.000 meter persegi) yang melengkapi pusat distribusi di Gresik, Jawa Timur (sekitar 30.000 meter persegi, beroperasi sejak 2007).
Berdasarkan profil pelanggan, pendapatan dari segmen swasta naik 21 persen menjadi Rp1.229 miliar (66,3 persen dari total), segmen pemerintah naik 34 persen menjadi Rp600 miliar (32,4 persen), dan ekspor naik 328 persen menjadi Rp23,6 miliar (1,3 persen). Per 30 September 2026, struktur pemegang saham OMED terdiri dari PT Intisumber Hasilsempurna 83,3 persen, Yacobus Jemmy Hartanto 0,96 persen, Siane Soetanto 0,90 persen, saham treasuri 0,13 persen, dan publik 14,66 persen. Per 2 November 2026, saham OMED ditutup di Rp185 dengan 27,06 miliar saham beredar dan kapitalisasi pasar Rp5,00 triliun.
