PT Oxala Energy International Tbk (PIPA), dulu bernama PT Multi Makmur Lemindo Tbk, menyampaikan surat penjelasan koreksi kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia terkait penurunan total liabilitas lebih dari 20% pada laporan keuangan interim per 30 September 2026. Total liabilitas perseroan tercatat Rp27,02 miliar, turun Rp8,07 miliar atau 22,99% dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebesar Rp35,09 miliar. Penurunan ini berasal dari liabilitas jangka pendek yang turun dari Rp31,67 miliar menjadi Rp20,69 miliar, sementara liabilitas jangka panjang justru naik dari Rp3,42 miliar menjadi Rp6,34 miliar.
Sebagian penurunan itu hanya soal pencatatan, bukan pelunasan riil. Utang bank jangka pendek yang tercatat turun dari Rp3,99 miliar menjadi Rp754,87 juta sebenarnya hanya dipindahkan ke pos utang bank jangka panjang, yang naik dari Rp415,34 juta menjadi Rp4,03 miliar, akibat perseroan beralih ke sistem akuntansi baru bernama Accurate. Yang benar-benar pelunasan nyata adalah utang usaha ke pemasok yang turun dari Rp5,41 miliar menjadi Rp4,54 miliar, utang pajak yang turun dari Rp2,21 miliar menjadi Rp1,45 miliar, dan yang paling besar, utang kepada pemegang saham atau pihak berelasi yang turun dari Rp18,47 miliar menjadi Rp14,13 miliar, atau berkurang Rp4,33 miliar. Perseroan menyebut pelunasan utang afiliasi ini sebagai bagian dari penyelesaian tanggung jawab pemegang saham pengendali sebelumnya.
Pelunasan utang-utang tersebut menguras kas perusahaan. Kas dan setara kas anjlok dari Rp12,61 miliar pada akhir 2025 menjadi hanya Rp501,17 juta pada akhir September 2026, turun sekitar Rp12,11 miliar. Penyebabnya antara lain pembayaran utang bank sebesar Rp9,06 miliar dan pembelian aset tetap sebesar Rp8,84 miliar. Di sisi laba, perseroan mencatat laba bersih sembilan bulan sebesar Rp1,26 miliar, turun dari Rp2,66 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, sehingga laba per saham ikut turun dari Rp0,90 menjadi Rp0,37.
Perubahan nama dan penurunan liabilitas ini berjalan bersamaan dengan pemindahan domisili perseroan dari Tangerang ke Jakarta Selatan berdasarkan akta tanggal 8 Juli 2026. Pemegang saham pengendali langsung PIPA saat ini adalah PT Morris Capital Indonesia dengan kepemilikan 49,92%. Surat koreksi ini ditandatangani oleh Sekretaris Perusahaan Haerul Maelani pada 3 November 2026.
