Shell Indonesia resmi mengoperasikan pabrik gemuk, semacam pelumas kental untuk mesin dan alat berat, di Jakarta pada 15 September 2026. Ini menandai pertama kalinya Shell memproduksi gemuk secara lokal di Indonesia, setelah sebelumnya bahan tersebut banyak dipasok dari luar negeri. Bagi industri yang memakai gemuk dan pelumas, mulai dari manufaktur hingga alat berat, ini berarti ada sumber pasokan baru yang lebih dekat dan berpotensi lebih stabil.

Menurut Shell, pembangunan pabrik ini dimulai pertengahan 2025 dan kini berkapasitas produksi sekitar 12 juta liter per tahun, salah satu yang terbesar untuk kategori ini di jaringan global Shell. Presiden Direktur Shell Indonesia Andri Pratiwa menyebut beroperasinya pabrik ini mendorong porsi pelumas buatan dalam negeri naik dari 90 persen menjadi lebih dari 98 persen, dan seluruh proses produksi dijalankan tenaga kerja asal Indonesia.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengaitkan investasi ini dengan agenda pemerintah memperkuat basis produksi domestik dan menjaga neraca perdagangan. Ia turut menyebut data realisasi investasi nasional semester pertama 2026 yang menurut catatan pemerintah mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dan menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.