PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) melaporkan hasil Paparan Publik Tahunan yang digelar Kamis, 10 September 2026, pukul 15.00 hingga 16.00 WIB secara virtual melalui IDX. Acara dihadiri Direktur Joyce Vidyayanti Handajani dan staf Investor Relations Tya Riana yang membawakan materi, dengan peserta dari luar manajemen sebanyak 54 orang, terdiri dari 47 investor atau calon investor dan 7 wartawan. Materi presentasi mencakup empat bagian yaitu profil perusahaan, strategi pertumbuhan, pembaruan bisnis, serta kinerja keuangan dan operasional semester I 2026.
Dari sisi keuangan, MIKA membukukan pendapatan Rp2.769 miliar pada semester I 2026, naik 8,0 persen dibanding periode sama tahun lalu, dengan EBITDA Rp1.064 miliar atau naik 7,4 persen, dan laba bersih Rp728 miliar atau naik 6,5 persen. Kas bersih perusahaan tercatat Rp3.019 miliar tanpa utang berbunga. Rata-rata pendapatan per pasien rawat inap (ARPID) naik 12,2 persen dan rata-rata pendapatan per pasien rawat jalan (ARPOP) naik 12,6 persen secara tahunan. Porsi pendapatan dari pasien swasta naik dari 88 persen menjadi 90 persen, sementara pendapatan dari BPJS turun 11,4 persen menjadi Rp276 miliar dan pendapatan non BPJS naik 10,7 persen menjadi Rp2,49 triliun.
Perseroan tengah membangun dua rumah sakit baru. Site 1 di kawasan BSD, Jakarta, berkapasitas maksimal sekitar 200 tempat tidur, progres pembangunan sudah 80 persen dan ditargetkan beroperasi kuartal IV 2026. Site 2 di Malang, Jawa Timur, dengan kapasitas serupa, progres 60 persen dan ditargetkan beroperasi kuartal I 2027. Secara total, MIKA merencanakan penambahan sekitar 1.400 tempat tidur dari tujuh lokasi baru ditambah potensi 857 tempat tidur tambahan di rumah sakit yang sudah beroperasi. Belanja modal juga diarahkan untuk peremajaan alat CT-Scan dan MRI serta perluasan teknologi robotik untuk operasi penggantian lutut di tiga rumah sakit, ditambah pengembangan pusat kedokteran nuklir kedua di Mitra Keluarga Kenjeran dengan layanan PET/CT, SPECT/CT, dan radioterapi yang ditargetkan beroperasi kuartal III 2026 di Jawa Timur.
Dalam sesi tanya jawab, manajemen mengungkapkan porsi saham beredar di publik atau free float perusahaan saat ini sebesar 16,5 persen, di atas batas minimum 15 persen yang harus dipenuhi hingga 31 Maret 2028. Soal dividen, kebijakan perusahaan mewajibkan pembagian minimal 25 persen dari laba tahun sebelumnya, namun realisasinya selalu di atas itu, termasuk 43 hingga 44 persen dari laba tahun lalu untuk pembagian tahun ini, dengan rasio tertinggi yang pernah dibagikan lebih dari 70 persen dari laba tahun sebelumnya.
