PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) menyampaikan materi Public Expose Tahunan 2026 kepada Bursa Efek Indonesia pada 7 September 2026, menindaklanjuti surat pemberitahuan penyelenggaraan acara tersebut tertanggal 27 Agustus 2026. Materi yang ditandatangani Corporate Secretary Joyce V. Handajani ini memuat gambaran bisnis, strategi pertumbuhan, dan kinerja keuangan semester I 2026 dari perusahaan yang mengoperasikan 22 rumah sakit bermerek Mitra Keluarga, 10 rumah sakit bermerek Kasih yang fokus melayani peserta BPJS, serta satu rumah sakit dan lima klinik hewan.
Pada semester I 2026, MIKA membukukan pendapatan Rp2,77 triliun, naik 8,0 persen dibanding periode sama tahun lalu. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tumbuh 7,4 persen menjadi Rp1,06 triliun, sementara laba bersih naik 6,5 persen menjadi Rp728 miliar. Kas bersih perusahaan bertambah menjadi Rp3,02 triliun dan MIKA tetap tidak memiliki utang bank. Porsi pendapatan dari pasien yang membayar sendiri atau ditanggung asuransi swasta naik menjadi 90 persen dari total pendapatan, dari 88 persen setahun sebelumnya, sedangkan pendapatan dari peserta BPJS turun 11,4 persen menjadi Rp276 miliar dari Rp312 miliar. Pendapatan dari penanganan kasus kompleks, seperti operasi jantung atau kanker, juga naik porsinya menjadi 27,7 persen dari total pendapatan, dari 23,2 persen pada semester I 2025.
Dari sisi ekspansi, MIKA telah mengidentifikasi tujuh lokasi rumah sakit baru dan sudah menyiapkan lahan di seluruh lokasi tersebut. Dua di antaranya sudah dalam tahap konstruksi, rumah sakit di Jakarta dengan kapasitas maksimal sekitar 200 tempat tidur dan belanja modal lebih dari Rp500 miliar, progres pembangunan 80 persen dan ditargetkan beroperasi kuartal IV 2026, serta satu rumah sakit di Jawa Timur dengan kapasitas serupa dan belanja modal lebih dari Rp200 miliar, progres 60 persen, ditargetkan beroperasi kuartal I 2027. Secara keseluruhan, program ekspansi ini berpotensi menambah sekitar 1.400 tempat tidur baru, ditambah sekitar 857 tempat tidur tambahan di rumah sakit yang sudah beroperasi, sehingga total potensi penambahan mencapai sekitar 2.257 tempat tidur. Perusahaan juga tengah membangun pusat kedokteran nuklir kedua di Mitra Keluarga Kenjeran, Jawa Timur, dilengkapi PET/CT, SPECT/CT, dan radioterapi, yang ditargetkan mulai beroperasi kuartal III 2026 sebagai bagian dari ekosistem layanan onkologi terintegrasi.
