PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) mencatatkan penjualan Rp369,59 miliar sepanjang 2025, naik 38,23 persen dibanding Rp267,38 miliar pada 2024. Laba kotor perseroan naik 20,93 persen menjadi Rp70,78 miliar, laba usaha tumbuh 29,93 persen menjadi Rp40,62 miliar, dan laba bersih naik 29,97 persen menjadi Rp30,21 miliar. Direktur PART, Tjoeng Rino Saputra, menyebut pertumbuhan ini sebagai landasan bagi perseroan untuk memperluas portofolio produk dan meningkatkan kapasitas produksi.

Selain bisnis inti komponen otomotif, PART tengah mengembangkan sejumlah produk baru di luar sektor otomotif dengan memanfaatkan kemampuan rekayasa, pengelasan, stamping, fabrikasi, dan perakitan yang dimiliki perseroan. Produk yang sedang dikembangkan antara lain mesin pengering food tray, mesin panjat kelapa, gas oil water fryer, mesin penabur dolomit, dan mesin digester Somya, yang membidik pasar peralatan pengolahan pangan, pertanian, serta mesin dan peralatan industri.

Untuk mendukung ekspansi tersebut, PART berencana melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) senilai maksimal Rp200 miliar pada kuartal I 2027. Dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk memperkuat modal kerja, termasuk pembelian bahan baku dan peningkatan kegiatan produksi. Rencana ini masih tunduk pada persetujuan pemegang saham dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan.

Di sisi lain, perseroan juga menyiapkan program pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh per tanggal rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), dengan anggaran maksimal Rp10 miliar. Buyback direncanakan berlangsung bertahap dalam waktu paling lama 12 bulan setelah RUPSLB menyetujui rencana tersebut.