PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Pendapatan perusahaan produsen komponen otomotif ini tercatat Rp275,33 miliar, naik 23,07 persen dari Rp223,72 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Laba usaha naik 16,5 persen menjadi Rp28,20 miliar dan EBITDA melonjak 33,4 persen menjadi Rp56,24 miliar. Namun laba bersih hanya naik 2,61 persen menjadi Rp17,29 miliar dari Rp16,85 miliar, karena beban keuangan membengkak 41,4 persen menjadi Rp11,94 miliar akibat penambahan utang bank jangka panjang. Laba per saham dasar nyaris tidak berubah, dari Rp6,19 menjadi Rp6,20.
Total aset perusahaan per 30 September 2026 mencapai Rp422,51 miliar, naik 25,85 persen dari Rp335,71 miliar pada akhir 2025. Sementara itu, total liabilitas melonjak 42,17 persen menjadi Rp214,48 miliar dari Rp150,86 miliar. Dalam surat penjelasan kepada Otoritas Jasa Keuangan tertanggal 30 Oktober 2026 yang ditandatangani Direktur Utama Hamim, manajemen menyebut kenaikan aset didorong oleh bertambahnya piutang usaha seiring pertumbuhan penjualan serta penambahan mesin produksi baru, sementara kenaikan liabilitas berasal dari tambahan pinjaman bank jangka panjang, yang saldonya naik dari Rp99,15 miliar menjadi Rp145,61 miliar, untuk membiayai pembelian mesin tersebut. Selama sembilan bulan, perusahaan mencairkan pinjaman bank jangka panjang baru senilai Rp89,65 miliar dan membelanjakan Rp91,10 miliar untuk perolehan aset tetap, naik dari Rp73,31 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi ekuitas, jumlah saham beredar bertambah dari 2.742.123.779 menjadi 2.850.594.054 lembar setelah pemegang Waran Seri I mengeksekusi haknya, menyuntik modal baru Rp11,93 miliar ke perusahaan dan membuat total ekuitas naik 12,54 persen menjadi Rp208,04 miliar. Dalam periode yang sama, perusahaan membagikan dividen Rp6,04 miliar, naik dari Rp4,65 miliar tahun sebelumnya. Arus kas dari aktivitas operasi tercatat positif Rp22,81 miliar, naik dari Rp18,11 miliar, sementara posisi kas dan bank di akhir periode mencapai Rp4,57 miliar.
