PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) menyampaikan keterbukaan informasi, koreksi atas surat sebelumnya, mengenai rencana penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue tahap pertama (PMHMETD I). Perseroan berencana menerbitkan maksimal 1 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp25 per saham. Jumlah itu adalah batas maksimum saham dalam portepel sesuai modal dasar perusahaan per 31 Agustus 2026, sementara jumlah final saham yang diterbitkan, rasio HMETD, dan harga pelaksanaannya masih akan ditentukan kemudian dan baru diumumkan dalam prospektus.
Rencana ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 9 Desember 2026. Setelah mendapat restu RUPSLB, perseroan akan mengajukan pernyataan pendaftaran ke OJK, dengan batas waktu maksimal 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPSLB hingga pernyataan itu efektif. Berdasarkan laporan registrasi pemegang saham per 31 Agustus 2026, struktur kepemilikan PART saat ini adalah PT Cipta Investama Lancar 52,48 persen, Hamim selaku Direktur Utama 9,54 persen, Nenden Widiastuti selaku Komisaris 7,63 persen, Syamsiah selaku Komisaris Utama 1,91 persen, dan publik 28,44 persen, dari total 2.850.594.054 saham yang telah diterbitkan dan disetor penuh.
Seluruh dana yang diperoleh dari rights issue ini rencananya dipakai sebagai modal kerja, terutama untuk pembelian bahan baku, pembayaran kepada pemasok, biaya tenaga kerja, biaya produksi, dan distribusi. Perseroan menyebut penambahan modal ini diharapkan memperkuat struktur permodalan dan likuiditas serta mendukung kelangsungan produksi dan pemenuhan permintaan pelanggan. Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya, kepemilikan mereka akan terdilusi karena jumlah saham beredar bertambah.
