PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART), produsen komponen otomotif, memproyeksikan laba bersih tahun 2026 mencapai Rp44,16 miliar, naik 46,18 persen dari realisasi 2025 sebesar Rp30,21 miliar. Proyeksi ini penting karena kenaikan laba yang dibidik jauh lebih tinggi dibanding kenaikan pendapatan, sinyal bahwa perseroan mengandalkan bisnis baru di luar sektor otomotif untuk mengerek untung, bukan sekadar menjual lebih banyak barang.
Pendapatan 2026 diproyeksikan Rp413,62 miliar, tumbuh 11,91 persen dari Rp369,59 miliar pada 2025. Margin laba bersih diperkirakan naik dari 8,17 persen menjadi 10,68 persen, sementara margin laba usaha naik dari 10,99 persen menjadi 14,12 persen. Laba per saham, yaitu bagian laba yang secara hitungan menjadi milik setiap lembar saham yang beredar, diproyeksikan naik dari Rp11,29 menjadi Rp15,49.
Kenaikan margin itu ditopang diversifikasi bisnis yang mulai dijalankan sejak semester II 2025, yakni fabrikasi mesin dan peralatan di luar otomotif. Segmen baru ini mencakup pembuatan mesin untuk sektor pertanian, serta peralatan rumah tangga yang dipakai dalam program pemerintah maupun kegiatan swasta di bidang pertanian dan industri makanan-minuman. Perseroan menyebut langkah ini sebagai cara mengurangi ketergantungan pada satu segmen sekaligus memanfaatkan kapasitas pabrik fabrikasi yang selama ini dipakai untuk komponen otomotif.
Bisnis komponen otomotif tetap menjadi lini utama dan dinilai perseroan masih punya prospek pertumbuhan positif, sehingga diversifikasi diposisikan sebagai tambahan, bukan pengganti. PART memperkirakan kontribusi bisnis non-otomotif akan semakin terasa pada semester II 2026, dengan aktivitas meningkat di kuartal III dan berpotensi mencapai level tertinggi di kuartal IV.
