Pemerintah menargetkan produksi gas bumi dari wilayah lepas pantai Kalimantan Timur naik menjadi sekitar 750 juta standar kaki kubik per hari mulai 1 November 2026. Kenaikan ini penting karena menambah pasokan gas dalam negeri di tengah upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memperkuat apa yang disebut kedaulatan energi, yakni kemampuan memenuhi kebutuhan gas nasional dari produksi sendiri.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan tambahan pasokan sekitar 290 juta kaki kubik per hari berasal dari dua sumber. Pertama, pengeboran cabang baru di sumur Jangkrik North East #6 yang sejak 9 Oktober 2026 berhasil mendongkrak produksi dari sekitar 10 juta kaki kubik per hari menjadi 56 juta kaki kubik per hari, sekaligus menambah cadangan gas awal sekitar 100 miliar kaki kubik. Kedua, pengembangan Blok Maha yang menyumbang sekitar 230 juta kaki kubik per hari. Dengan produksi berjalan sebesar 450 juta kaki kubik per hari, total pasokan diperkirakan mencapai sekitar 750 juta kaki kubik per hari begitu kedua proyek beroperasi penuh.

Fasilitas produksi Lapangan Maha sendiri menelan investasi sekitar US$891 juta dan ditargetkan mulai beroperasi akhir Oktober 2026, dengan perkiraan membuka lebih dari 700 lapangan kerja. Proyek ini dikelola bersama oleh Searah Muara Bakau B.V. dan Eni sebagai mitra kontraktor.

Presiden Direktur Searah Muara Bakau B.V., Mirko Araldi, menyatakan perusahaan akan terus menjalankan eksplorasi untuk mencari cadangan baru. Salah satu langkahnya adalah survei seismik 3D/4D bersama mitra yang mencakup area sekitar 12.000 kilometer persegi, disebut sebagai salah satu survei seismik terbesar yang pernah dilakukan perusahaan di Indonesia untuk menilai potensi cadangan di Cekungan Kutai.