Pegadaian meluncurkan produk baru bernama Cicil Tabungan Emas sebagai respons atas harga emas yang kerap naik turun tajam belakangan ini. Produk ini penting karena selama ini banyak masyarakat urung membeli emas karena harus menyediakan dana tunai sekaligus, padahal harga logam mulia itu bisa melonjak sewaktu-waktu. Dengan skema cicilan, Pegadaian menawarkan jalan bagi investor pemula maupun yang sudah berpengalaman untuk mulai membangun aset emas secara bertahap.
Keunggulan utama produk ini adalah sistem penguncian harga, atau booking price, yang berlaku sejak nasabah menandatangani akad pembiayaan. Artinya, besaran angsuran harian maupun bulanan nasabah akan tetap sama sampai cicilan lunas, berapa pun kenaikan harga emas di pasar selama periode tersebut. Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero), Selfie Dewiyanti, menjelaskan bahwa saldo emas nasabah langsung tercatat dan tersimpan di rekening emas Pegadaian sejak setoran cicilan pertama disetorkan, sehingga nasabah tetap terlindungi dari risiko kenaikan harga meski belum melunasi seluruh cicilan.
Pegadaian menyebut sejumlah kemudahan lain dalam skema ini, antara lain uang muka yang ringan, pilihan jangka waktu cicilan yang fleksibel, serta pilihan gramasi emas yang beragam mulai dari 0,5 gram. Skema ini diklaim lebih fleksibel dibanding membeli emas tunai konvensional yang membutuhkan modal besar sekaligus dan berisiko rugi jika pembelian ditunda saat harga naik.
Pegadaian juga menyinggung kondisi harga emas yang sempat melandai belakangan ini sebagai momentum yang dinilai ideal bagi masyarakat untuk mulai mengumpulkan aset emas dengan harga yang lebih kompetitif melalui skema cicilan tersebut.
