Pemerintah tengah menyiapkan dua langkah utama untuk mendongkrak kelas usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut perluasan akses pembiayaan dan pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, sebagai dua kunci yang akan didorong. Isu ini penting karena menyangkut jutaan pelaku usaha kecil yang selama ini kesulitan naik kelas akibat keterbatasan modal.

Dalam UMKM Finance Summit 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan pada Selasa, Airlangga mengusulkan target pembiayaan UMKM dinaikkan dari Rp1.500 triliun menjadi Rp2.000 triliun. Artinya ada tambahan alokasi sekitar Rp500 triliun yang diarahkan untuk memperluas jangkauan pembiayaan bagi pelaku usaha kecil.

Menurut Airlangga, masih ada kelompok UMKM yang berada di posisi menengah, punya potensi berkembang namun belum memperoleh akses pembiayaan yang sepadan dengan kebutuhan usahanya. Kenaikan target tersebut ditujukan untuk menutup kesenjangan itu, sehingga pelaku usaha di kelompok ini punya peluang lebih besar untuk memperbesar skala bisnisnya.

Perluasan pembiayaan juga diarahkan tidak hanya kepada UMKM yang sudah terhubung dengan lembaga keuangan, tetapi juga pelaku usaha yang selama ini belum tersentuh akses pembiayaan formal. Dengan tambahan dana tersebut, pemerintah berharap semakin banyak UMKM potensial yang bisa naik kelas dan berkembang lebih jauh.