25 merek beras fortifikasi diduga tak penuhi standar gizi. Pemerintah perintahkan penarikan usai uji di empat laboratorium.
21 September 2026Dirangkum dari tvOneNews
Foto: tvOneNews
Pemerintah memperketat pengawasan terhadap produk pangan berklaim gizi, termasuk beras fortifikasi, setelah menemukan 25 merek yang diduga tidak memenuhi standar. Langkah ini penting karena menyangkut kepercayaan konsumen terhadap label gizi yang selama ini dijadikan pegangan saat membeli produk pangan.
Temuan itu diumumkan Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional pada 15 September 2026, berdasarkan hasil pengujian di empat laboratorium terhadap beras yang beredar di pasaran. Hasil uji menunjukkan kandungan gizi 25 merek tersebut tidak sesuai dengan informasi yang tercantum pada label, dan produk yang bermasalah diperintahkan ditarik dari peredaran.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari menegaskan pemerintah ingin memberikan perlindungan dan kepastian kepada masyarakat, sekaligus memastikan pihak yang diduga melanggar bertanggung jawab sesuai proses yang berlaku. Beras fortifikasi sendiri dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
beras fortifikasiBapanasKementanpengawasan pangan
Foto dari tvOneNews, dipakai sebagai dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Artikel ini rangkuman editorial The Signal dari liputan tvOneNews, bukan salinan langsung. Untuk versi lengkap dan mutakhir, baca artikel aslinya.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.