Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meluncurkan program bernama Pengawal Energi 2026 untuk memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak bersubsidi maupun non subsidi hingga ke titik akhir distribusi, yaitu stasiun pengisian. Langkah ini penting karena kebocoran alokasi BBM bersubsidi selama ini paling sering terjadi justru di tingkat SPBU, tempat konsumen langsung membeli bahan bakar.

Wakil Menteri ESDM Yuliot menyebut program ini menyasar pengawasan di 3.679 SPBU di seluruh Indonesia. Petugas pengawasnya direkrut dari putra-putri daerah sesuai domisili provinsi atau wilayah terdekat, dengan alasan mereka lebih memahami kondisi geografis setempat, membuat penugasan lebih efisien secara logistik, dan lebih mudah diterima oleh masyarakat sekitar.

Yuliot mengatakan, penugasan ini sekaligus menjadi wahana pembinaan talenta muda melalui pengalaman lapangan langsung dan peningkatan kompetensi teknis di sektor energi, agar tata kelola subsidi berjalan transparan dan tepat sasaran. Program ini diluncurkan bersamaan dengan malam puncak peringatan Hari Jadi ke-81 Pertambangan dan Energi.

Pada kesempatan yang sama, Kementerian ESDM juga memberikan Penghargaan Energi Subroto 2026 kepada pelaku industri, pemerintah daerah, dan tokoh yang dinilai berkontribusi bagi sektor energi dan pertambangan. Yuliot menyebut penghargaan itu sebagai pengingat bahwa tata kelola sumber daya energi bukan sekadar soal nilai ekonomi dan produksi, melainkan tanggung jawab menjaga kedaulatan dan kesejahteraan rakyat.