Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menggandeng PT Mitra Aren Indonesia menanam 2.200 bibit pohon aren di area reservoir kawasan, Jumat (23/10). Langkah ini jadi bagian dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan di tengah pembangunan kawasan industri yang terus berjalan. Yang membuatnya relevan bagi pembaca ekonomi, aren disebut punya potensi sebagai bahan baku bioetanol, bahan bakar nabati yang bisa mengurangi ketergantungan pada energi impor.

Kegiatan ini dihadiri jajaran PT Danareksa (Persero) selaku induk pengelola kawasan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah, serta Pemerintah Kabupaten Batang. Pohon aren dipilih karena perannya menjaga ketersediaan air tanah, mencegah erosi, dan menyerap emisi karbon. Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Marfan Trihartiko, menyatakan bahwa pertumbuhan industri di kawasan ini akan terus disertai penyediaan ruang terbuka hijau.

Direktur Utama PT Mitra Aren Indonesia, Lety Jumiati, menjelaskan bahwa hampir seluruh bagian pohon aren punya nilai ekonomi, termasuk sebagai bahan baku bioetanol untuk mendukung kemandirian energi. Ia menyebut rencana ini akan digarap lewat kolaborasi antara pengusaha, badan usaha milik negara, dan petani setempat.

Pendekatan yang dipakai adalah agroforestri, yakni memadukan tanaman produktif dengan fungsi konservasi lahan. Dengan cara ini, warga sekitar kawasan diharapkan bisa memanfaatkan nira dan kolang-kaling dari pohon aren tanpa perlu menebangnya. Danareksa menyebut inisiatif ini selaras dengan visinya memadukan investasi yang ramah lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi warga sekitar kawasan industri.