Pemerintah menegaskan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) masih menjadi sektor strategis bagi perekonomian nasional, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Selasa (22/9). Pemerintah berencana memperkuat daya saing industri ini dari hulu hingga hilir sekaligus membuka ruang investasi baru, di tengah tekanan persaingan global maupun impor ilegal yang selama ini merugikan produsen dalam negeri.

Menurut Airlangga, sektor TPT menyumbang sekitar 0,97 persen dari produk domestik bruto, menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja, dan mencatatkan nilai ekspor sekitar US$12 miliar. Tingkat pemakaian kapasitas pabrik tekstil saat ini berada di kisaran 75 persen, yang berarti masih ada ruang bagi pabrik untuk menambah produksi tanpa perlu membangun fasilitas baru.

Angka BPSNilai impor
26,1 miliar US$Juli 2026

Nilai barang yang dibeli Indonesia dari luar negeri. Naik 0,19 miliar US$ dibanding Juni 2026. Tertinggi dalam 31 bulan yang tercatat. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (21.914,1).

Februari 2024: 18,5 miliar US$Maret 2024: 18,0 miliar US$April 2024: 17,0 miliar US$Mei 2024: 19,5 miliar US$Juni 2024: 18,5 miliar US$Juli 2024: 21,9 miliar US$Agustus 2024: 20,8 miliar US$September 2024: 19,0 miliar US$Oktober 2024: 22,1 miliar US$November 2024: 19,8 miliar US$Desember 2024: 21,5 miliar US$Januari 2025: 17,9 miliar US$Februari 2025: 18,8 miliar US$Maret 2025: 18,9 miliar US$April 2025: 20,5 miliar US$Mei 2025: 20,3 miliar US$Juni 2025: 19,3 miliar US$Juli 2025: 20,5 miliar US$Agustus 2025: 19,4 miliar US$September 2025: 20,5 miliar US$Oktober 2025: 21,8 miliar US$November 2025: 19,8 miliar US$Desember 2025: 23,8 miliar US$Januari 2026: 21,2 miliar US$Februari 2026: 20,9 miliar US$Maret 2026: 19,2 miliar US$April 2026: 25,2 miliar US$Mei 2026: 24,8 miliar US$Juni 2026: 25,9 miliar US$Juli 2026: 26,1 miliar US$FebMeiAguNovFebMeiAguNovFebMeiJul20242025202626.09516.994Agustus 2025: 19,4 miliar US$September 2025: 20,5 miliar US$Oktober 2025: 21,8 miliar US$November 2025: 19,8 miliar US$Desember 2025: 23,8 miliar US$Januari 2026: 21,2 miliar US$Februari 2026: 20,9 miliar US$Maret 2026: 19,2 miliar US$April 2026: 25,2 miliar US$Mei 2026: 24,8 miliar US$Juni 2026: 25,9 miliar US$Juli 2026: 26,1 miliar US$AguOktDesFebAprJunJul2025202626.09519.206

Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Impor. Diolah The Signal.

Kinerja perdagangan sektor ini timpang antara hulu dan hilir. Untuk bahan baku tekstil, Indonesia masih berposisi sebagai net importer dengan nilai impor sekitar US$8,4 miliar berbanding ekspor sekitar US$3,1 miliar. Sebaliknya, sektor pakaian jadi mencatat surplus, dengan ekspor sekitar US$8,7 miliar dibanding impor sekitar US$690 juta. Untuk mendorong pasokan bahan baku sekaligus melindungi produsen garmen lokal, pemerintah akan meninjau ulang aturan Pertek, yakni izin teknis yang menjadi syarat impor bahan baku, dan meminta Direktorat Jenderal Bea Cukai menertibkan impor pakaian bekas yang masuk lewat jalur kiloan maupun ball press.

Pemerintah juga membuka kemudahan sertifikasi halal untuk bahan baku berbasis kulit guna mendukung industri tekstil dan alas kaki. Airlangga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menegaskan industri tekstil bukan tergolong sunset industry atau industri yang mulai ditinggalkan, sehingga masih terbuka peluang bagi pelaku usaha untuk melakukan reinvestasi maupun menambah modal kerja.