Joko Purnomo, petani di Ngawi, Jawa Timur, mencatat produktivitas 9 ton gabah per hektare dengan panen tiga kali setahun berkat penerapan teknologi pertanian.
14 Agustus 2026Dirangkum dari tvOneNews
Foto: tvOneNews
Joko Purnomo, Ketua Kelompok Tani Sri Makmur di Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, membuktikan penerapan teknologi bisa mengubah hasil pertanian padi secara signifikan. Lahannya kini menghasilkan hingga 9 ton gabah per hektare dengan frekuensi panen tiga kali dalam setahun, capaian yang menunjukkan pertanian skala kecil masih punya ruang besar untuk tumbuh lebih menguntungkan.
Perjalanan Joko tidak dimulai dari modal besar. Selama sekitar 20 tahun menekuni pertanian padi, ia sempat harus berutang dan menggadaikan BPKB kendaraannya hanya untuk membeli hand traktor bekas sebagai alat mengolah lahan pada masa awal usahanya.
Dari keterbatasan itu, Joko bertahap mengadopsi sejumlah teknologi pertanian. Ia menerapkan metode dapog untuk persemaian padi yang bisa dilakukan di pekarangan rumah tanpa butuh lahan luas, memasang sumur submersible untuk memastikan pasokan air, serta menggunakan rotavator berukuran besar yang memangkas waktu pengolahan lahan yang sebelumnya dikerjakan manual.
petani ngawiteknologi pertanianproduktivitas padikelompok tani
Foto dari tvOneNews, dipakai sebagai dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Artikel ini rangkuman editorial The Signal dari liputan tvOneNews, bukan salinan langsung. Untuk versi lengkap dan mutakhir, baca artikel aslinya.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.