Bursa Efek Indonesia mencatatkan tambahan 1.357.876 saham baru PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) di Papan Utama, melalui pengumuman No. Peng-ESP-00043/BEI.PP3/09-2026 tertanggal 28 September 2026. Saham baru ini berasal dari pelaksanaan opsi karyawan dan manajemen atau MESOP, dengan rincian 927.198 saham dari Tahap I dan 430.678 saham dari Tahap III. Kedua batch tercatat dan mulai diperdagangkan pada tanggal yang sama, 28 September 2026, membawa total saham tercatat PGEO naik dari 41.944.043.348 menjadi 41.945.401.224 lembar.

Setelah pencatatan ini, sisa jatah opsi yang belum dieksekusi masih tersisa 14.408.778 saham untuk Tahap I dan 11.375.910 saham untuk Tahap III, yang berarti masih ada potensi tambahan saham beredar di kemudian hari saat pemegang opsi menggunakan haknya. Berdasarkan surat PT Datindo Entrycom selaku biro administrasi efek PGEO tertanggal 25 September 2026, penerbitan saham baru ini merupakan tindak lanjut dari permohonan yang diajukan sehari sebelumnya, 24 September 2026. Surat itu, yang diperoleh melalui hasil pindaian sehingga sebagian nama berpotensi salah baca, menyebut surat tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Datindo Entrycom dan ditembuskan kepada Muhammad Taufik selaku Corporate Secretary PGEO.

Pencatatan hari ini merupakan batch MESOP kedua yang tercatat pada 28 September 2026, setelah sebelumnya di hari yang sama Bursa juga mencatatkan 486.360 saham baru dari program serupa. Dengan tambahan kedua batch tersebut, total saham baru yang tercatat dari eksekusi MESOP pada hari itu mencapai 1.844.236 lembar, tetap merupakan porsi yang sangat kecil dari total saham PGEO yang kini melebihi 41,9 miliar lembar.