PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyampaikan koreksi atas Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum per 30 Juni 2026, merevisi laporan sebelumnya yang terbit 23 Juli 2026. Dari total dana yang dihimpun saat IPO pada 16 Februari 2023 sebesar Rp9,06 triliun, setelah dipotong biaya penawaran umum Rp283,11 miliar, dana bersih yang bisa direalisasikan adalah Rp8,77 triliun. Hingga akhir Juni 2026, atau lebih dari tiga tahun sejak pencatatan saham, perusahaan baru merealisasikan Rp5,93 triliun atau 67,6 persen dari dana tersebut, sehingga masih menyisakan Rp2,84 triliun yang belum terpakai.
Rincian penggunaan dana menunjukkan laju yang tidak merata antar pos. Untuk belanja modal perluasan kapasitas dari wilayah kerja panas bumi yang sudah beroperasi, guna memenuhi permintaan pelanggan yang sudah ada, perusahaan sudah merealisasikan Rp3,11 triliun dari rencana Rp3,98 triliun, atau sekitar 78 persen. Sementara pos belanja modal untuk mengantisipasi permintaan pasar baru baru terealisasi Rp425,98 miliar dari rencana Rp2,39 triliun, setara 17,8 persen saja, jauh tertinggal dibanding pos lainnya. Pos belanja modal untuk pengembangan kemampuan digital, analitik, dan manajemen reservoir sudah praktis tuntas, terealisasi Rp869,16 miliar dari rencana yang hampir sama persis. Di luar capex, perusahaan juga telah melunasi seluruh pembayaran sebagian Facilities Agreement tertanggal 23 Juni 2021 senilai Rp1,53 triliun kepada Mandated Lead Arrangers, kreditur sindikasi awal, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai facility agent, sesuai rencana 15 persen dari dana bersih.
Sisa dana Rp2,84 triliun yang belum digunakan saat ini ditempatkan dalam bentuk deposito dan giro di tiga rekening bank. Sebanyak Rp1,79 triliun ditempatkan sebagai deposito di Bank BJB dengan bunga 4,65 persen per triwulan, sementara Rp870,02 miliar dan Rp182,25 miliar masing-masing ditempatkan sebagai giro di Bank BRI dengan bunga 4,15 persen dan 5 persen. Dua penempatan di Bank BRI tercatat sebagai transaksi dengan pihak afiliasi karena keduanya berada dalam grup BUMN.
