Bursa Efek Indonesia mengumumkan pencatatan saham baru PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) hasil pelaksanaan opsi program MESOP, efektif dicatat dan diperdagangkan mulai 22 September 2026. Saham baru itu berasal dari dua tahap sekaligus, Tahap I sebanyak 317.782 saham dan Tahap III sebanyak 156.772 saham, sehingga jumlah saham PGEO yang tercatat di bursa bertambah menjadi 41.922.757.485 lembar. Sisa opsi yang belum dilaksanakan masih ada, yakni 30.283.576 saham untuk Tahap I dan 18.144.851 saham untuk Tahap III.

Surat biro administrasi efek PT Datindo Entrycom kepada Bursa menjelaskan proses di baliknya. PGEO mengajukan permohonan penerbitan saham baru pada 18 September 2026, dan saham tersebut resmi diterbitkan pada 21 September 2026 dengan total 474.554 saham, gabungan dari pelaksanaan Tahap I dan Tahap III. Total saham ditempatkan dan disetor penuh PGEO sebelum penambahan ini tercatat 41.922.282.931 saham, sehingga setelah pelaksanaan opsi jumlahnya naik menjadi 41.922.757.485 saham. Surat itu ditandatangani Direktur Utama Datindo Entrycom, E. Agung Setiawati, dengan tembusan kepada Corporate Secretary PGEO, Muhammad Taufik.

MESOP sendiri merupakan program opsi saham yang diberikan perusahaan kepada manajemen dan karyawan sebagai bagian dari kompensasi, yang bisa ditebus menjadi saham baru sesuai jadwal dan harga yang sudah ditentukan sebelumnya. Dengan masih tersisanya puluhan juta opsi Tahap I dan Tahap III yang belum ditebus, penambahan saham serupa berpotensi kembali terjadi pada periode pencatatan berikutnya.