PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) resmi memulai pengeboran sumur kedua, LMB-19.4, di Area Lumut Balai, Sumatera Selatan, untuk mendukung pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt. Pengeboran ini merupakan kelanjutan dari sumur pertama, LMB 19-3, yang mulai ditajak pada Juli 2026 di Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu, menggunakan rig GDAP#123 dengan kedalaman 2.500 meter. Proyek yang berada di Wilayah Kerja Panas Bumi Lumut Balai ini ditargetkan beroperasi penuh atau mencapai Commissioning Operation Date pada 2030.

Project Manager Lumut Balai Unit 3 & 4, Heri Susanto, menyebutkan pengeboran sumur LMB-19.4 ditargetkan rampung dalam 40 hari. Proyek ini tercatat sebagai proyek strategis dalam Blue Book dan Green Book 2025-2029 milik Kementerian PPN/Bappenas, dan akan melengkapi PLTP Lumut Balai Unit 1 dan Unit 2 yang masing-masing berkapasitas 55 MW dan telah beroperasi sejak akhir 2019 serta Juni 2025.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani menyatakan proyek ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mengejar target kapasitas terpasang 1 gigawatt pada 2028 dan 1,8 gigawatt pada 2034. General Manager PGE Area Lumut Balai, Catur Hendro Utomo, menambahkan bahwa keberhasilan sumur LMB-19.3 sebelumnya menjadi bukti proses pengembangan di lapangan berjalan sesuai rencana. Perusahaan juga menyebut telah mengidentifikasi potensi panas bumi hingga 3 gigawatt dari 10 wilayah kerja yang dikelolanya secara mandiri.