Sehari setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi, PT PLN (Persero) melaporkan pemulihan listrik di Pulau Flores sudah memasuki tahap lanjut. Seluruh 11 gardu induk yang sempat terdampak kembali beroperasi dan pasokan listrik utama ke pulau itu sudah normal per Minggu malam. Kecepatan ini penting karena listrik menjadi salah satu infrastruktur dasar yang harus pulih lebih dulu agar komunikasi, layanan kesehatan, dan aktivitas warga pascabencana bisa berjalan kembali.

Meski jaringan utama sudah pulih, PLN mencatat masih ada 29 dari total 1.557 desa di Flores yang belum teraliri listrik. Penyebabnya bukan kerusakan pada pembangkit atau gardu induk, melainkan akses jalan menuju lokasi yang masih tertutup longsor susulan gempa, sehingga tim teknisi belum bisa masuk untuk mengganti tiang dan kabel distribusi yang rusak di dekat rumah warga.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan fokus saat ini bergeser dari memulihkan pasokan besar ke memastikan listrik sampai ke titik-titik pelanggan yang masih terdampak, termasuk beberapa dusun yang aksesnya masih tertutup atau terisolir. Ia menegaskan setiap jaringan yang akan dinyalakan kembali harus lebih dulu dipastikan aman bagi warga maupun petugas, sehingga proses pemulihan berjalan bertahap mengikuti kondisi di lapangan, bukan asal cepat.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, F. Eko Sulistyono, menyebut personel PLN masih bersiaga di sejumlah lokasi terdampak untuk melakukan pengecekan kondisi jaringan, perbaikan, dan penormalan aliran listrik secara bertahap.