Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo turun langsung memeriksa kesiapan sistem kelistrikan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu (16/8), sehari sebelum upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Pengecekan ini dilakukan agar pasokan listrik untuk upacara kenegaraan pada Senin (17/8) tidak mengalami gangguan.

Untuk mengamankan listrik di kawasan Istana, PLN menyiapkan sistem pengamanan berlapis lima yang mengandalkan dua subsistem dari empat gardu induk, diperkuat empat penyulang atau jalur distribusi tambahan. Sebagai cadangan, disiagakan empat unit genset dengan total daya 8.000 kilovolt ampere serta delapan unit UPS, alat penyimpan listrik cadangan yang otomatis menyala saat listrik utama padam, dengan total kapasitas 3.200 kilovolt ampere. PLN juga menempatkan 132 petugas di 26 titik pemantauan agar bisa merespons cepat bila ada gangguan, dengan target tidak ada listrik padam sama sekali selama acara berlangsung.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengatakan setiap lokasi kegiatan mendapat skenario pengamanan sesuai kebutuhannya masing-masing, dengan sistem utama yang diperkuat sumber cadangan dari gardu induk atau subsistem berbeda. Persiapan serupa juga sudah diuji coba di kawasan Monas, tempat rangkaian acara kemerdekaan lain turut berlangsung.

Darmawan menegaskan PLN berupaya maksimal mengawal seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan tahun ini. "PLN all out mengawal seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan. Kami ingin seluruh sistem yang mendukung kegiatan berjalan andal. Khusus untuk upacara kenegaraan di Istana Merdeka, kami siapkan pengamanan berlapis agar pasokan listrik tetap terjaga selama kegiatan berlangsung," ujar Darmawan.