POST Akui Risiko Going Concern Usai Gagal Bayar Sukuk
Pos Indonesia mengungkap kesenjangan likuiditas Rp83,52 miliar dan mengakui risiko kelangsungan usaha setelah gagal bayar bunga sukuk yang jatuh tempo 8 Oktober 2026.
15 Oktober 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Pos Indonesia (Persero) atau POST menyampaikan surat tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia pada 15 Oktober 2026, menjawab permintaan penjelasan Bursa tertanggal 13 Oktober 2026 terkait permohonan penundaan pembayaran bunga, atau dalam istilah sukuk disebut imbalan ijarah, atas Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I Tahun 2024 Seri A-C ke-7 yang jatuh tempo 8 Oktober 2026.
Dalam surat itu, Perseroan merinci posisi kas per 25 September 2026: kas dan setara kas sebesar Rp411,80 miliar, ditambah piutang yang diperkirakan tertagih dalam 30 hari sebesar Rp71,84 miliar, sehingga total sumber likuiditas jangka pendek mencapai Rp483,66 miliar. Sementara kebutuhan kas untuk kewajiban jangka pendek dalam periode yang sama mencapai Rp567,18 miliar, sehingga ada kesenjangan likuiditas sebesar Rp83,52 miliar. Pos Indonesia menyebut penyebab gagal bayar adalah keterbatasan likuiditas tersebut, bukan faktor tunggal lain.
Perseroan juga mengungkapkan bahwa pemegang sukuk belum menyetujui usulan restrukturisasi yang diajukan. Sebagai langkah lanjutan, Pos Indonesia berkoordinasi dengan PT Danantara Asset Management selaku pemegang saham untuk mencari dukungan pendanaan atau penugasan usaha, serta melibatkan PT Perusahaan Pengelola Aset (PT PPA) sebagai konsultan penyusun alternatif restrukturisasi. Perseroan menyatakan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Sukuk Ijarah (RUPSI) sesuai ketentuan yang berlaku, dan secara tegas mengakui bahwa gagal bayar ini mencerminkan tekanan terhadap kemampuannya mempertahankan kelangsungan usaha.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal POST? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.