Kamis, 24 September 2026 · 05.55 WIB
IHSG 6.374,91 ▼0,15% USD/IDR 17.798 ▼0,27% Emas (spot) Rp2.455rb ▼0,28%
Topik

Likuiditas

12 artikel · terakhir 17 September 2026

17 September 2026Cenderung negatif

ADHI ke Bursa: Utang Jatuh Tempo Capai Rp17,02 T Likuiditas

Laporan ini condong negatif, karena jawaban resmi ADHI ke bursa justru menegaskan bahwa tekanan kas yang sudah diketahui publik ternyata lebih dalam: arus kas operasional minus Rp751 miliar, empat kali lipat dari minus Rp181,4 miliar tahun lalu, sementara…

16 September 2026Cenderung negatif

BOAT Jawab Bursa: Kas Susut, Utang Usaha Membengkak

Penjelasan ini condong negatif bagi Newport Marine Services, karena di balik jawaban yang rinci, dua angka intinya menunjukkan tekanan keuangan nyata: kas perusahaan per Juni 2026 sekitar enam kali lebih kecil dari utang usaha yang harus dibayar, dan…

15 September 2026Netral

SMIL Balas Bursa: Kas Tergerus 89%, Piutang dan Stok Naik

Laporan ini condong netral: bisnis inti sewa dan penjualan forklift SMIL tumbuh solid dan kenaikan piutangnya masih proporsional, tapi kas perusahaan menyusut hampir 90 persen dalam enam bulan dan lebih dari seperempat piutangnya sudah menunggak di atas 60…

14 September 2026Cenderung negatif

ADHI Akui Tekanan Likuiditas, Restrukturisasi September

Laporan ini condong negatif bagi ADHI, karena manajemen sendiri mengakui tekanan likuiditas sampai menyulitkan pembayaran ke kontraktor dan vendor tepat waktu. Ekuitas, yaitu selisih aset dikurangi utang yang jadi bantalan kekayaan pemegang saham, tergerus…

11 September 2026Cenderung negatif

NICE jelaskan arus kas operasi negatif meski laba naik

Laporan ini condong negatif bagi NICE. Laba bersih memang melonjak 80,8 persen, tapi kas dari kegiatan operasional justru minus dan uang tunai di rekening menyusut ke Rp17,43 miliar, tanda bahwa laba di atas kertas belum diikuti uang yang benar-benar masuk ke…

9 September 2026Cenderung negatif

POST Jawab Bursa soal Penundaan Bagi Hasil Sukuk Likuiditas

Laporan ini negatif bagi Pos Indonesia, karena ini penundaan kedua atas kewajiban bagi hasil sukuk yang menunjukkan tekanan likuiditas belum teratasi, sementara target pembayaran Januari 2027 yang disebut perseroan disusun atas asumsi persetujuan RUPSI yang…

7 September 2026Cenderung negatif

ADCP Tunda Bayar Bunga Obligasi III Rp10,29 Miliar

Laporan ini negatif bagi ADCP karena perusahaan benar-benar gagal membayar bunga obligasi tepat waktu, bukan sekadar keterlambatan administratif, dan nilainya cukup besar yaitu Rp10,29 miliar. Yang tersentuh adalah arus kas perusahaan, yakni uang tunai yang…

7 September 2026

Pertumbuhan Uang Primer BI Melambat ke 16,3% Agustus

Pertumbuhan uang primer melambat dari 17,1 persen menjadi 16,3 persen dalam sebulan. Uang primer ini semacam bahan dasar peredaran uang, gabungan uang tunai masyarakat dan simpanan bank-bank di Bank Indonesia, jadi kalau pertumbuhannya melambat, pasokan dana…

4 September 2026Cenderung negatif

CSMI Jawab Bursa: Kas Rp237,65 Juta, Utang Afiliasi Rp25,1 M

Laporan ini condong negatif bagi CSMI, karena bursa sendiri mempertanyakan kelangsungan operasional saat kas perusahaan cuma Rp237,65 juta, sementara utang ke perusahaan afiliasi saja sudah Rp25,1 miliar, jauh melampaui kas yang tersedia. Pos yang tersentuh…

1 September 2026Cenderung negatif

BWPT: Likuiditas Ketat, Rp500 M Mengendap di Obligasi 2%

Laporan ini condong negatif bagi BWPT karena justru mengonfirmasi tekanan likuiditas yang nyata: rasio lancar hanya 0,67 kali, artinya aset yang bisa dicairkan dalam waktu dekat lebih kecil dari utang yang harus dibayar dalam waktu dekat, dan modal kerja…

31 Agustus 2026Cenderung negatif

MEDS jelaskan ke bursa soal kas menyusut 67 persen semester I

Laporan ini condong negatif bagi MEDS, karena bursa sampai perlu meminta penjelasan atas dua hal sekaligus, koreksi laporan keuangan dan kas yang menipis, dan jawaban perusahaan menunjukkan tekanan arus kas yang nyata meski dibingkai sebagai efek pertumbuhan…

28 Agustus 2026Cenderung positif

OLIV: Utang ke Pemegang Saham Turun 94,85%, Kas Naik Tajam

Laporan ini condong positif bagi OLIV: utang ke pemegang saham pengendali PT Olive Power Invest terpangkas 94,85 persen dan kas dari kegiatan operasional melonjak ke Rp2,29 miliar, tanda perusahaan makin longgar secara likuiditas setelah sebelumnya menanggung…

Seluruh arsip 2278 artikel →