Rapat Umum Pemegang Saham PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang berlangsung pada 14 Oktober 2026 memutuskan memberhentikan dengan hormat Darmawan Prasodjo dari jabatan Direktur Utama, dan mengangkat Suroso Isnandar sebagai penggantinya. Sebelum menjabat Direktur Utama, Suroso Isnandar sudah berada di jajaran direksi sejak 20 September 2023 sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan. Perusahaan menyatakan keputusan ini tidak membawa dampak material terhadap operasional dan akan tetap tunduk pada aturan tata kelola yang berlaku.
Dengan perubahan ini, susunan lengkap direksi PLN saat ini adalah: Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama, Yusuf Didi Setiarto sebagai Wakil Direktur Utama, Nurlely Aman sebagai Direktur Legal dan Manajemen Human Capital, Sulistyo Biantoro sebagai Direktur Keuangan, Rakhmad Dewanto Haris J. sebagai Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis, Edwin Nugraha Putra sebagai Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan, M. Fahrur Rozy sebagai Direktur Retail dan Niaga, Denny Triyanto sebagai Direktur Manajemen Risiko, Daniel Karmel Fernando Tampubolon sebagai Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem, Rizal Calvary Marimbo sebagai Direktur Manajemen Pembangkitan, dan Arsyadany G. Akmalaputri sebagai Direktur Distribusi. Jabatan Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan yang sebelumnya dipegang Suroso Isnandar sendiri tidak disebutkan terisi kembali dalam dokumen ini.
Jajaran Dewan Komisaris tidak berubah dalam laporan ini. Burhanuddin Abdullah tetap menjabat Komisaris Utama sejak 23 Juli 2024, didampingi Mutanto Juwono, Jisman P. Hutajulu, Ahmad Erani Yustika, Andi Arief, Yazid Fanani, Ali Masykur Musa, Bambang Eko Suhariyanto, dan Aminuddin Ma'ruf sebagai komisaris, dengan sebagian di antaranya berstatus komisaris independen.
