PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia bahwa perusahaan telah membeli kembali total 18.636.500 saham, atau sekitar 1,99 persen dari seluruh saham yang tercatat di BEI, terhitung sejak 20 Agustus hingga 9 Oktober 2026. Program ini dijalankan berdasarkan kebijakan pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan, mengacu pada Pasal 12 ayat 1 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 13 Tahun 2023, setelah rencana buyback ini pertama kali diumumkan kepada pemegang saham pada 19 Agustus 2026.

Harga pembelian rata-rata saham PRDA bergerak naik sepanjang periode buyback, dari Rp2.548 per saham pada transaksi pertama di 20 Agustus 2026 menjadi Rp3.075 per saham pada transaksi terakhir di 9 Oktober 2026. Volume pembelian terbesar dalam satu hari terjadi pada 7 September 2026, saat perusahaan membeli 2.616.500 saham atau 0,28 persen dari total saham beredar dengan harga rata-rata Rp2.795 per saham. Sejak awal Oktober, harga pembelian konsisten berada di atas Rp2.800 dan terus naik hingga menyentuh Rp3.075 pada laporan terbaru ini.

Dari sisi dana, sisa biaya pembelian kembali saham per 9 Oktober 2026 tercatat Rp98.031.376.929, menyusut dari Rp148.479.715.003 yang tersisa setelah transaksi pertama pada 20 Agustus 2026. Dengan kata lain, perusahaan sudah menggunakan sekitar Rp51,97 miliar dari total pagu dana buyback yang disiapkan untuk program ini sejauh laporan ini berjalan.