PT Mitra Pack Tbk (PTMP) menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Perseroan mencatat laba neto tahun berjalan Rp13,18 miliar, berbalik dari rugi Rp41,9 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Dari jumlah itu, Rp10,90 miliar menjadi bagian pemilik entitas induk, sementara Rp2,27 miliar menjadi bagian pemegang saham non-pengendali. Laporan ditandatangani Direktur Utama Ardi Kusuma dan Direktur Edward Kusuma pada 27 Oktober 2026.

Pendapatan perusahaan justru turun dari Rp147,59 miliar menjadi Rp141,75 miliar. Namun karena beban pokok pendapatan turun lebih dalam, dari Rp101,31 miliar menjadi Rp89,83 miliar, laba kotor malah naik dari Rp46,28 miliar menjadi Rp51,92 miliar. Beban umum dan administrasi dipangkas hampir separuh, dari Rp65,25 miliar menjadi Rp33,55 miliar, yang membuat laba usaha berbalik dari rugi Rp42,5 miliar menjadi laba Rp20,67 miliar. Laba per saham ikut berbalik dari rugi Rp13,22 menjadi laba Rp4,16 per saham, dihitung dari 3.169.200.000 lembar saham beredar dengan nilai nominal Rp25 per saham.

Dari sisi posisi keuangan, total aset naik dari Rp271,22 miliar menjadi Rp301,45 miliar, ditopang kenaikan kas dan setara kas dari Rp3,78 miliar menjadi Rp8,74 miliar. Total ekuitas naik dari Rp170,21 miliar menjadi Rp183,38 miliar. Di sisi lain, total liabilitas juga bertambah dari Rp101,02 miliar menjadi Rp118,06 miliar, termasuk utang bank jangka pendek yang naik dari Rp39,37 miliar menjadi Rp44,58 miliar dan utang usaha ke pihak ketiga yang naik dari Rp22,19 miliar menjadi Rp31,72 miliar. Arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat Rp8,24 miliar, turun dari Rp19,54 miliar pada periode sembilan bulan tahun sebelumnya.