PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menegaskan kembali peringkat korporasi PT Petrosea Tbk (PTRO) di level idA+ dengan outlook stabil, berlaku untuk periode 7 September 2026 sampai 1 September 2027. Keputusan ini diambil dalam rapat komite pemeringkat PEFINDO pada 7 September 2026 dan disampaikan Petrosea ke Otoritas Jasa Keuangan serta Bursa Efek Indonesia pada 14 September 2026, ditandatangani oleh Anto Broto selaku Division Head of Corporate Secretary & Communications. Peringkat ini didasarkan pada laporan keuangan tidak diaudit per 31 Maret 2026 dan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025.

Selain peringkat korporasi, PEFINDO juga mempertahankan peringkat idA+ untuk Obligasi Berkelanjutan I Petrosea Tahap I Tahun 2024 Seri B, C, dan D serta Tahap II Tahun 2025 Seri A, B, dan C, dengan total pokok Rp1,953 triliun dan jatuh tempo bertahap antara 13 Desember 2027 hingga 21 Maret 2032. Untuk instrumen syariah, Sukuk Ijarah Berkelanjutan I dengan seri yang sama diberi peringkat idA+(sy) dengan total pokok Rp967 miliar. Dengan begitu, total surat utang dan sukuk Petrosea yang mendapat konfirmasi peringkat mencapai sekitar Rp2,92 triliun.

PEFINDO menyebut peringkat idA mencerminkan kemampuan kuat perusahaan memenuhi komitmen keuangan jangka panjang dibanding emiten Indonesia lainnya, meski tetap rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi dibanding emiten berperingkat lebih tinggi. Tanda tambah menunjukkan posisi di atas rata-rata kategori tersebut. PEFINDO menyatakan penilaian ini mencerminkan posisi bisnis Petrosea yang kuat di lini jasa pertambangan, EPC, EPCI lepas pantai, dan logistik, serta profil keuangan yang solid.