Pertemuan Tingkat Menteri ke-32 Kerja Sama Segitiga Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT) yang digelar di Medan, Kamis (10/9), menghasilkan target yang lebih tegas dari biasanya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang memimpin pertemuan tersebut, meminta agar 92 proyek kerja sama yang sedang berjalan benar-benar dirampungkan, bukan hanya dibahas ulang pada pertemuan berikutnya. Ia menyebut pertemuan tahun ini sebagai 'Ministerial Meeting of Implementation', penanda bahwa ukuran keberhasilan bergeser dari banyaknya dokumen menjadi banyaknya proyek yang benar-benar berjalan di lapangan.

Menurut Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, kerja sama IMT-GT selama periode 2022-2025 sudah menunjukkan sejumlah capaian. PDB per kapita di kawasan ini disebut naik dari 21.646 dolar PPP pada 2024 menjadi 23.290 dolar PPP pada 2025, ukuran yang memperhitungkan daya beli sehingga menggambarkan kemampuan beli riil penduduk, bukan sekadar nilai tukar. Nilai perdagangan barang antarnegara anggota tercatat naik dari US$708 miliar menjadi US$810,8 miliar, investasi asing langsung naik dari US$27,52 miliar menjadi US$28,44 miliar, dan tingkat pengangguran turun tipis dari 3,8 persen ke 3,7 persen. Sektor pariwisata pun mencatat 68 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan ini sepanjang tahun lalu.

Hasil paling konkret dari pertemuan di Medan adalah ajang IMT-GT International Business Matching 2026, yang mempertemukan 275 pelaku usaha dari tujuh sektor, yaitu agribisnis, pertanian dan perikanan, manufaktur, pariwisata, logistik, tenaga kerja, perbankan dan keuangan, serta layanan kesehatan. Dari pertemuan bisnis ini lahir delapan nota kesepahaman (MoU) lintas negara, menyusul enam MoU serupa dari ajang Business Matching RoRo Dumai-Melaka sebelumnya yang diikuti 155 peserta. Di forum yang sama, tiga negara juga meneken MoU kerja sama kelapa sawit dan sepakat memperkuat kerja sama produksi beras untuk menjaga ketahanan pangan kawasan.

Ke depan, pertemuan ini resmi mengadopsi Pernyataan Bersama Para Menteri dan mengarahkan penyusunan Implementation Blueprint 2027-2031 yang bertumpu pada tiga pilar, yaitu ketahanan ekonomi, jaringan terintegrasi, dan kesejahteraan bersama, menuju Visi IMT-GT 2036. Airlangga juga meminta pemerintah daerah di kawasan ini, termasuk Sumatra Utara yang diwakili Gubernur Bobby Nasution, mengambil peran lebih besar sebagai eksekutor proyek, karena keputusan di tingkat menteri tidak otomatis terwujud di lapangan tanpa peran pemerintah daerah. Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT berikutnya, yang ke-33, dijadwalkan berlangsung di Malaysia pada 2027.