Rupiah Anjlok, Pasar Cermati The Fed dan Transisi BI
Nilai tukar rupiah tertekan seiring kehati-hatian pasar menanti kebijakan bank sentral AS.
28 Juli 2026Dirangkum dari tvOneNews
Ilustrasi AI
Nilai tukar rupiah anjlok ke Rp18.083 per dolar AS. Pelaku pasar mencermati dua faktor sekaligus: arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat dan transisi kepemimpinan di Bank Indonesia.
Kebijakan suku bunga The Fed berpengaruh besar pada arus modal ke negara berkembang. Ketika suku bunga AS bertahan tinggi, dana investor cenderung kembali ke aset dolar.
Bagi Indonesia, pelemahan kurs menambah tekanan pada biaya impor sekaligus mempersempit ruang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga acuan.
Artikel ini informasi, bukan ajakan atau rekomendasi membeli maupun menjual instrumen investasi apa pun. Keputusan investasi beserta risikonya sepenuhnya tanggung jawab pembaca.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.