PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) menyampaikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia menyusul permintaan klarifikasi BEI melalui surat nomor S-11431/BEI.PP3/09-2026 terkait lonjakan volatilitas transaksi saham perseroan. BEI mencatat pada 4 September 2026 volume transaksi saham LOPI melonjak menjadi 103.735.100 saham dengan frekuensi 3.639 kali, jauh di atas hari bursa sebelumnya yang hanya 24.297.800 saham dengan frekuensi 652 kali. Pada hari yang sama, harga saham LOPI ditutup turun Rp7 atau 9,59 persen, dari Rp73 menjadi Rp66, di tengah pelemahan IHSG sebesar 31,42 poin dan indeks sektor Transportasi dan Logistik yang turun 20,11 poin.

Dalam jawaban resminya, manajemen LOPI menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang bisa memengaruhi nilai maupun harga sahamnya sesuai POJK Nomor 31/POJK.04/2015 dan Peraturan BEI Nomor I-E. Perseroan juga mengaku tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur POJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang laporan kepemilikan saham. Namun perseroan mengonfirmasi dua hal penting, yaitu memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat yang berpotensi memengaruhi status pencatatan sahamnya di bursa dalam tiga bulan mendatang, dan bahwa pemegang saham pengendali PT Sentra Amanah Ventura telah menjual sebagian sahamnya untuk mengurangi porsi kepemilikan, meski tetap mempertahankan status sebagai pemegang saham mayoritas dan pengendali perseroan.

Surat penjelasan ini ditandatangani Direktur Utama LOPI Wahyu Dwi Jatmiko dan ditujukan kepada Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 BEI, Lidia M. Panjaitan, tertanggal 9 September 2026. Tanggapan tersebut turut ditandatangani Corporate Secretary LOPI, Julia Kartini, sebagai bagian dari kewajiban keterbukaan informasi emiten atas permintaan otoritas bursa.