PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) menjawab permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) soal lonjakan transaksi sahamnya. Surat BEI bernomor S-10882/BEI.PP2/08-2026 itu dijawab perusahaan melalui surat nomor 112/Volatilitas-SPE/AIR/VIII/2026 tertanggal 21 Agustus 2026, ditandatangani Corporate Secretary F Bernadeth Conny Ponto.

Dalam surat itu, perusahaan merinci data yang memicu pertanyaan bursa. Pada 19 Agustus 2026, volume transaksi saham OKAS melonjak menjadi 101.077.200 saham dengan 7.403 kali transaksi, dibandingkan hari bursa sebelumnya yang hanya 4.923.800 saham dengan 509 kali transaksi. Harga saham ditutup naik Rp10 atau 8,47 persen, dari Rp118 menjadi Rp128.

Manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang bisa memengaruhi nilai efek maupun keputusan investasi pemodal, baik menurut aturan OJK soal keterbukaan informasi maupun ketentuan bursa. Perusahaan juga menyebut belum ada rencana tindakan korporasi yang berdampak pada pencatatan sahamnya dalam tiga bulan ke depan, dan pemegang saham utama saat ini tidak punya rencana terkait kepemilikan mereka. Satu-satunya aktivitas pemegang saham yang disinggung adalah laporan yang sudah disampaikan pada 7 Agustus 2026 sesuai kewajiban POJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang perubahan kepemilikan saham.