PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) mengumumkan bahwa Felix Aristo Ardian resmi menjabat sebagai Direktur Konsumer perseroan, efektif sejak 18 September 2026. Pengangkatan itu menyusul persetujuan Otoritas Jasa Keuangan atas uji kemampuan dan kepatutan, yang dituangkan dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEPR-165/D.03/2026 tanggal 16 September 2026. Dasar pengangkatan awalnya adalah keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 26 Mei 2026, dan efektivitasnya baru ditetapkan lewat Surat Keputusan Direksi Nomor 100/KEP-DIR/HC.II/IX/2026 tanggal 18 September 2026.
RUPS Tahunan 26 Mei 2026 sebenarnya menyetujui perombakan susunan pengurus yang lebih luas. Selain Felix, RUPS mengangkat calon direktur baru yaitu Ricko Irwanto, Dandy Indrawardhana Pandi, dan Adityo Kristianto, serta calon komisaris baru yaitu Ahmad Fajarprana sebagai calon Presiden Komisaris Independen, Tippy Joesoef, dan Yudi Permana sebagai Komisaris Independen. Seperti halnya Felix, pengangkatan mereka baru berlaku efektif setelah masing-masing lolos fit and proper test OJK, sehingga belum seluruhnya efektif. RUPS itu juga mengukuhkan pengunduran diri Wuryanto dari jabatan Direktur, efektif sejak 15 April 2026.
Berdasarkan hasil RUPS tersebut, susunan Direksi setelah seluruh pengangkatan efektif akan menjadi Presiden Direktur Han Chang Sik, dengan Direktur Kim Wook Bae, Moon Sungwon, Adityo Kristianto, Felix Aristo Ardian, Dandy Indrawardhana Pandi, dan Ricko Irwanto. Dewan Komisaris akan diisi Ahmad Fajarprana sebagai Presiden Komisaris Independen, Kim Ki Joo sebagai Komisaris, serta Tippy Joesoef dan Yudi Permana sebagai Komisaris Independen.
Dokumen pendukung yang dilampirkan juga memuat laporan pertanggungjawaban realisasi dana hasil penawaran umum dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) keempat perseroan pada 2024. Dari total dana yang diperoleh sebesar Rp3.061.977.762.500, setelah dikurangi biaya emisi Rp5.384.399.598, dana bersih yang terkumpul mencapai Rp3.056.593.362.902. Sesuai prospektus, sekitar 90,39 persen dana dialokasikan sebagai modal kerja untuk ekspansi kredit, dan 9,61 persen untuk pengembangan teknologi informasi, infrastruktur, serta rekrutmen dan pengembangan sumber daya manusia. Per 31 Desember 2025, realisasinya adalah Rp2.762.854.740.727 disalurkan untuk kredit dan Rp232.838.577.104 untuk investasi aset tetap termasuk teknologi informasi, sehingga sisa dana yang belum direalisasikan sebesar Rp60.900.045.071.
