PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) melaporkan hasil Public Expose Live 2026 kepada Bursa Efek Indonesia. Acara berlangsung virtual melalui Zoom pada Selasa, 8 September 2026, pukul 14.00 sampai 14.45 WIB, diikuti 189 peserta di luar jajaran manajemen dan karyawan perseroan. Manajemen yang hadir meliputi Direktur Utama Indrieffouny Indra, Wakil Direktur Utama Andriano Hosny Panangian, Direktur Keuangan dan Risk Management Sigit Prastowo, Direktur Sales dan Marketing Dicky Saelan, Group Head of Corporate Secretary Vita Mahreyni, dan GM of Investor Relation Maya Savitri.

Dalam sesi tanya jawab, Sigit Prastowo mengungkapkan bahwa utang perseroan turun dari Rp11,4 triliun menjadi Rp8,06 triliun pada semester I 2026, seiring rasio utang terhadap ekuitas yang membaik dari 0,26 kali menjadi 0,18 kali. Penurunan ini didorong oleh kenaikan volume penjualan dan harga jual semen yang memperkuat arus kas operasional perseroan. Indrieffouny Indra menambahkan bahwa volume penjualan SIG tumbuh 9,7% pada 2026, berbalik dari pertumbuhan negatif tahun 2025, didorong oleh transformasi bisnis sejak Juli 2025 yang memperkuat penetrasi penjualan ritel hingga ke toko bangunan, serta permintaan dari program pemerintah seperti pembangunan Koperasi Merah Putih, sekolah rakyat, kampung nelayan, dan program tiga juta rumah.

Soal dividen, Sigit Prastowo mengatakan perseroan telah membagikan 100% laba bersih tahun buku 2025 sebagai dividen, dan menargetkan pembagian dividen tahun buku 2026 yang lebih optimal dari sisi nominal, dengan pembayaran diperkirakan pada 2027. Ia menekankan bahwa keputusan final tetap berada di tangan pemegang saham mayoritas, yaitu pemegang saham Seri A Dwiwarna dan pemegang saham Seri B terbanyak, dengan mempertimbangkan ketersediaan arus kas dan kebutuhan investasi. Andriano Hosny Panangian melaporkan progres transformasi bisnis, termasuk penataan lima area operasi logistik, efisiensi biaya energi dan overhead pabrik, penutupan anak usaha yang tidak produktif, serta rencana merger anak usaha beton dan anak usaha distribusi yang sudah dipublikasikan ke publik.