PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menyampaikan materi public expose tahunan ke Bursa Efek Indonesia, menjelang paparan langsung yang menurut jadwal dalam surat perusahaan akan digelar pada 8 September 2026 pukul 14.00 sampai 14.45 WIB melalui laman resmi IDX. Materi tersebut memuat performa keuangan semester pertama 2026: pendapatan naik 13,1 persen dari Rp15,61 triliun menjadi Rp17,65 triliun, sementara laba bersih melonjak 445,9 persen dari Rp38 miliar menjadi Rp207 miliar. EBITDA relatif stabil, naik 2,6 persen menjadi Rp2,15 triliun, meski marginnya turun dari 13,5 persen menjadi 12,2 persen akibat tekanan biaya yang masih berlanjut.
Dari sisi operasional, total volume penjualan semen SIG pada kuartal kedua 2026 tumbuh 9,5 persen dibanding periode sama tahun lalu menjadi 9,56 juta ton, dengan penjualan domestik naik lebih tinggi lagi, 13,7 persen, menjadi 7,65 juta ton. Penjualan semen kantong atau ritel naik 11,4 persen menjadi 5,46 juta ton, sementara semen curah untuk proyek melonjak 19,5 persen menjadi 2,19 juta ton, didorong pemulihan aktivitas konstruksi dan investasi swasta. Perseroan mencatat pangsa pasar domestik 46,9 persen sepanjang 2025, unggul dari pesaing terdekat Indocement yang menguasai 28,4 persen, di tengah empat pemain utama yang bersama-sama menguasai sekitar 93 persen pasar semen nasional.
Posisi keuangan SIG juga membaik. Utang berbunga turun dari Rp11,38 triliun pada semester pertama 2025 menjadi Rp8,07 triliun pada semester pertama 2026, sehingga rasio utang terhadap ekuitas turun dari 0,26 kali menjadi 0,18 kali dan rasio utang terhadap EBITDA turun dari 2,42 kali menjadi 1,77 kali. Arus kas dari aktivitas operasi naik dari Rp1,92 triliun menjadi Rp2,53 triliun. Lembaga pemeringkat Pefindo menegaskan peringkat idAAA dengan prospek stabil untuk SIG dan Obligasi Berkelanjutan II pada 2026, dan perseroan juga meraih ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI. Di sisi produk, SIG meluncurkan kembali merek Semen Kujang di Jawa Barat, termasuk kerja sama sebagai mitra semen resmi klub sepak bola Persib Bandung untuk memperkuat pasar ritel di wilayah tersebut.
