PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia, sesuai kewajiban pelaporan berkala emiten. Laporan yang telah ditelaah secara terbatas oleh KAP Liana Ramon Xenia dengan partner penanggung jawab Muhammad Irfan ini mencatat pendapatan Rp17,65 triliun, naik dari Rp15,61 triliun pada semester I 2025. Laba bersih periode berjalan melonjak dari Rp37,92 miliar menjadi Rp207,01 miliar, sehingga laba per saham naik dari Rp6 menjadi Rp34. Surat pengantar ditandatangani Corporate Secretary Vita Mahreyni pada 31 Agustus 2026, sedangkan pernyataan tanggung jawab direksi diteken Direktur Utama Indrieffouny Indra dan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Sigit Prastowo.
Secara rinci, laba kotor naik dari Rp3,14 triliun menjadi Rp3,80 triliun dan laba usaha naik dari Rp509,43 miliar menjadi Rp626,73 miliar. Total penghasilan komprehensif berbalik dari rugi Rp39,16 miliar pada semester I 2025 menjadi laba Rp413,19 miliar pada periode ini, didorong antara lain oleh keuntungan pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja karyawan sebesar Rp176,98 miliar dan selisih kurs penjabaran usaha luar negeri Rp66,92 miliar. Dari total laba bersih Rp207,01 miliar, Rp228,26 miliar menjadi bagian pemilik entitas induk sementara kepentingan non-pengendali justru mencatat rugi Rp21,24 miliar, lebih besar dari rugi Rp2,05 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi neraca, total aset turun dari Rp76,57 triliun menjadi Rp74,62 triliun, sedangkan total liabilitas turun dari Rp27,15 triliun menjadi Rp25,24 triliun. Penurunan liabilitas ini ditopang oleh pelunasan pinjaman bank jangka pendek dari Rp983,90 miliar menjadi Rp630,49 miliar, pinjaman bank jangka panjang dari Rp3,37 triliun menjadi Rp2,09 triliun, serta pelunasan penuh obligasi jatuh tempo senilai Rp713,79 miliar yang tersisa dari akhir 2025. Kas dan setara kas ikut menyusut dari Rp4,64 triliun menjadi Rp3,64 triliun, antara lain karena digunakan membayar dividen Rp253,55 miliar pada semester ini, jauh lebih kecil dari Rp716,47 miliar yang dibayarkan pada semester I 2025. Ekuitas perseroan naik tipis menjadi Rp47,88 triliun dari Rp47,72 triliun. Perseroan juga melaporkan struktur anak usaha yang mencakup produsen semen seperti Semen Padang, Semen Tonasa, Semen Gresik, Semen Baturaja, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, serta Thang Long Cement di Vietnam.
