SMII: Dana Obligasi Rp2 Triliun Baru 49,9% Tersalur obligasi
SMII melapor ke OJK: sukuk mudharabah Rp500 miliar sudah 100% tersalur, sementara obligasi Rp2 triliun baru 49,86% terpakai per Juli 2026, sisanya masih mengendap di deposito.
10 September 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMII menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum untuk periode Juli 2026 kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sesuai kewajiban dalam POJK Nomor 40 Tahun 2025. Surat bernomor S-519/SMI/DU/0926 itu ditandatangani Reynaldi Hermansjah selaku Direktur Utama pada 7 September 2026, mencakup dua instrumen yang sama-sama efektif pada 7 Juli 2026, yaitu Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IV Tahap I dan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I.
Untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IV, dana yang terkumpul sebesar Rp500 miliar dengan biaya penawaran umum Rp968.570.948, sehingga hasil bersih tercatat Rp499.031.429.052. Seluruh dana tersebut, alias 100 persen, sudah direalisasikan sesuai rencana di prospektus untuk pos pembiayaan syariah, sehingga tidak ada sisa dana dari instrumen ini.
Untuk Obligasi Berkelanjutan V, dana yang terkumpul jauh lebih besar, yakni Rp2 triliun dengan biaya penawaran umum Rp3.713.001.008, sehingga hasil bersih Rp1.996.286.998.992. Baru Rp995.361.878.086 atau 49,86 persen yang sudah disalurkan untuk pembiayaan. Sisanya, Rp1.000.925.120.906 atau 50,14 persen, masih ditempatkan dalam bentuk simpanan bank sambil menunggu disalurkan: Rp200 miliar di Deposito Bank KB berbunga 7,75 persen, Rp600 miliar di Deposito Bank Jakarta berbunga 8,1 persen, Rp200 miliar di Deposito Bank Mantap berbunga 7,9 persen yang tercatat memiliki hubungan afiliasi tidak langsung dengan SMII, dan Rp925,12 juta di rekening giro Bank BRI berbunga 3,5 persen yang berafiliasi dengan perusahaan. Seluruh penempatan sisa dana obligasi ini ditargetkan tersalur penuh sampai 31 Desember 2026.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal SMII? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.