PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) mengoreksi laporan penggunaan dana hasil penawaran umum yang sebelumnya disampaikan pada 14 Juli 2026, menyusul surat terbaru bernomor 032R/CORSEC/SMIL/VII/2026 tertanggal 28 September 2026 yang ditandatangani Direktur Utama Hadi Suhermin. Laporan ini merinci penggunaan dana dari Obligasi I Sarana Mitra Luas Tahun 2024 yang efektif pada 29 November 2024, dengan total dana yang dihimpun Rp300 miliar. Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp5,96 miliar, dana bersih yang diterima perseroan tercatat Rp294,04 miliar.
Per posisi 30 Juni 2026, seluruh dana bersih tersebut sudah terpakai 100 persen sesuai rencana dalam prospektus, tanpa sisa dana yang mengendap. Rinciannya, Rp277,02 miliar atau sekitar 92,3 persen dari dana bersih dipakai untuk membeli forklift listrik berikut baterai lithium dan charger-nya, sementara Rp17,02 miliar atau sekitar 5,7 persen digunakan untuk melunasi utang leasing perseroan. Realisasi ini sama persis dengan rencana awal yang tertuang dalam prospektus, tanpa ada penyimpangan penggunaan dana.
Dari sisi biaya penawaran umum senilai Rp5,96 miliar, rinciannya mencakup biaya penjaminan emisi Rp300 juta (4,95 persen), biaya penyelenggaraan dan biaya penjualan masing-masing Rp750 juta (12,38 persen), biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp935,8 juta (15,45 persen), biaya jasa lembaga penunjang pasar modal Rp450 juta (7,43 persen), serta biaya lain-lain yang dapat diatribusikan langsung sebagai biaya emisi sebesar Rp2,87 miliar (47,41 persen). Perseroan tidak mengeluarkan biaya jasa konsultasi keuangan dalam penerbitan obligasi ini.
